Zaman Paleolitikum, Corak, Peralatan

Zaman Paleolitikum – Pada masa ini kehidupan manusia prasejarah yang mempunyai corak berburu dan meramu. Berburu adalah kegiatan manusia purba untuk memperoleh bahan makanan dengan cara memburu binatang, memasang perangkap, dan menjeratnya. Meramu adalah kegiatan untuk mendapatkan bahan makanan dengan cara mengumpulkan tumbuhtumbuhan langsung dari alam.

Zaman Paleolitikum

Zaman Paleolitikum

 

Corak Kehidupan Masyarakat Zaman Paleolitikum

Tahap berburu dan meramu tingkat awal berlangsung sejak 2 juta sampai 10.000 tahun yang lalu. Tahap ini berlangsung pada zaman pleistosen. Manusia yang hidup pada zaman itu adalah Homo erectus dan Homo sapiens. Untuk mendapatkan makanan, pada masa itu manusia purba hanya tinggal mengambilnya dari alam. Caranya dengan berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu, biasanya mereka memilih kawasan yang berupa padang rumput dengan semak belukar dan hutan kecil di sekitarnya atau dekat dengan sumber air, sungai, danau, dan rawa.

Pada tahap berburu dan meramu tingkat awal ini, Homo erectus dan Homo wajakensis biasanya tinggal di dalam gua-gua. Mereka biasa berburu gajah purba, banteng purba, dan binatangbinatang hutan lainnya. Gua adalah tempat yang relatif aman dan sudah dalam kondisi siap pakai. Gua-gua itu biasanya mereka gunakan sebagai tempat istirahat sementara saat harus mencari makan dan berpindah tempat. Artinya, mereka hidup secara setengah menetap dan setengah mengembara. Gua yang dipilih adalah gua alam atau cave dan gua payung bukit karang atau rock/abris sous roche. Letak gua biasanya dekat sebuah sumber air dan makanan. 

Kehidupan manusia purba dalam gua-gua itu biasanya membentuk kelompok kecil terdiri atas 20–30 orang. Pembentukan kelompok kecil ini mempunyai beberapa keunggulan, terutama untuk menghadapi serangan musuh bersama, melaksanakan kegiatan berburu dan meramu, menghadapi datangnya serangan binatang liar, serta mempermudah pengembaraan.

Dengan membentuk kelompok-kelompok kecil, manusia prasejarah telah mengenal pembagian tugas atau kerja. Misalnya saat berburu binatang dibutuhkan beberapa laki-laki yang mempunyai ketangkasan dan kecepatan dalam berlari. Pekerjaan ini tidak sesuai dengan karakter wanita. Mereka mungkin bisa membantu saat harus meramu atau menguliti binatang buruan. Selain itu, wanita bertugas menjaga gua dan merawat anak.

Peralatan Hidup Manusia Purba Zaman Paleolitikum

Untuk mendukung kehidupannya, manusia purba menggunakan dan membuat beragam peralatan yang terbuat dari bahan batu, kayu, tanduk, dan tulang ikan. Artefak dan fosilnya sebagian besar masih bisa ditemukan kecuali peralatan yang terbuat dari kayu. Teknik pembuatan alat masih sederhana sehingga menghasilkan alat-alat yang kasar karena tidak dihaluskan. Jenis-jenis alat zaman berburu dan meramu tingkat awal sebagai berikut.

1. Alat Budaya Pacitan Zaman Paleolitikum

Alat budaya Pacitan yang berasal dari batu ada dua, yaitu tradisi batu inti yang terdiri atas kapak perimbas (chopper) dan kapak genggam (hand adze). Kapak perimbas digunakan untuk merimbas kayu, pemecah tulang, dan sebagai senjata. Kapak genggam digunakan untuk menggali, memotong, dan menguliti. Alat-alat ini ditemukan di Punung, Pacitan (Jawa Timur) dan di beberapa tempat lain.

Alat-alat budaya Pacitan juga ditemukan di Jampang Kulon (Sukabumi, Jawa Barat); Gombong (Kebumen, Jawa Tengah); Ngadirojo dan Sambungmacan (Sragen, Jawa Tengah), Tanjungkarang (Lampung); Awang Bangkal (Kalimantan Selatan); Cabbenge (Sulawesi Tenggara), Sembiran dan Trunyan (Bali); Batutring (Sumbawa), Wangka, Mengeruda, Alabula, Maumere (Flores); serta Atambua, dan Kefamenanu (Timor). Selain tradisi batu inti, ada juga tradisi batu serpih atau flakes yang meliputi gurdi untuk membuat lubang, pisau untuk memotong, dan tombak untuk menombak. Alat budaya serpih bilah berupa penggaruk, serut, gurdi, penusuk, maupun pisau ditemukan di Punung Pacitan, Sangiran, Gombong, Lahat, Cabbenge, Maumere, Mengeruda, dan Atambua (NTT).

2. Alat Budaya Ngandong Zaman Paleolitikum

Alat budaya Ngandong dibuat dari tanduk, tulang, dan duri ikan. Alat budaya ini terdiri atas sudip, mata tombak, dan belati/penusuk. Alat-alat ini ditemukan di Ngandong, Blora (Jawa Tengah). [pb]