Proses Interaksi Sosial Asosiatif

Proses Interaksi Sosial Asosiatif – Pada kesempatan ini admin Pengertian Belajar akan berbagi tentang Proses Interaksi Sosial Asosiatif. Proses interaksi sosial asosiatif terjadi apabila interaksi ini mengarah pada penyatuan. Bentuk interaksi asosiatif dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu kerja sama, akomodasi, dan asimilasi.

Proses Interaksi Sosial Asosiatif

Proses Interaksi Sosial Asosiatif

a. Kerja Sama

Kerja sama merupakan usaha bersama antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Seperti pada gambar di samping. Seluruh staf perusahaan bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan.

Dalam masyarakat tradisional Indonesia, kerja sama dikenal dengan istilah gotong royong. Pada kehidupan saat ini gotong royong diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti, ronda malam, dan bersih desa. Menurut Cooley, terjadinya kerja sama disebabkan orang-orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang harus diperjuangkan bersama. Gelar juara, kesuksesan hasil karya, kebersihan lingkungan, dan keamanan merupakan beberapa hal yang dicapai secara bersama-sama.

Selain kepentingan-kepentingan bersama, ada pula motivasimotivasi lain orang melakukan kerja sama. Motivasi-motivasi yang mendorong orang melakukan kerja sama sebagai berikut.

  • Adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri.
  • Adanya ancaman dari luar.
  • Rintangan yang dihadapi anggota untuk mencapai cita-cita kelompok.
  • Kelompok merasa dirugikan ketika hal-hal yang mendasar diusik oleh orang lain atau kelompok lain.
  • Keinginan mendapatkan keuntungan atau memiliki pamrih tertentu.

Apabila dilihat dari pelaksanaannya, kerja sama mempunyai beberapa macam bentuk, yaitu bargaining, cooptation, coalition, dan joint venture.

  • Bargaining adalah perjanjian mengenai tawar-menawar atau pertukaran barang dan jasa antarindividu atau antarkelompok.
  • Cooptation adalah suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari kekacauan.
  • Coalitionadalah kombinasi antardua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.
  • Joint ventureadalah kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut porsi masing-masing yang disepakati.

b. Akomodasi

Proses akomodasi menunjuk pada suatu keadaan yang terdapat keseimbangan dalam interaksi antara orang perorangan dan kelompokkelompok manusia. Sebagai suatu proses, akomodasi menekankan pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan. Misalnya upaya-upaya perdamaian yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari tindak kekerasan sampai perundingan dengan menghadirkan pihak ketiga. Hingga puncaknya diadakan perjanjian di Helsinki yang menghasilkan perdamaian antara Indonesia dan GAM. Serangkaian proses perdamaian ini dapat dikatakan sebagai suatu proses akomodasi.

Akomodasi adalah suatu bentuk interaksi sosial yang melibatkan dua atau lebih individu atau kelompok yang berusaha tidak saling mengganggu dengan cara mencegah, mengurangi, atau menghentikan ketegangan yang timbul atau yang sudah ada. Dalam akomodasi tiap-tiap pihak mau mengubah perilaku dan tingkah laku saat berhadapan dengan pihak lain serta tiap-tiap pihak bersedia mengurangi tuntutan yang selama ini dipertahankan.

Selain itu, akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tersebut kehilangan kepribadiannya. Tujuan akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya.

Tujuan-tujuan akomodasi antara lain mengurangi pertentangan antara dua kelompok atau individu, mencegah terjadinya suatu pertentangan secara temporer, memungkinkan terjadinya kerja sama antara individu atau kelompok sosial, serta mengupayakan peleburan antara kelompok sosial yang berbeda.

Berdasarkan pelaksanaannya, akomodasi dapat dibedakan menjadi delapan bentuk sebagai berikut.

  • Coersion adalah bentuk akomodasi yang dilakukan dengan kekerasan dan paksaan.
  • Compromise adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara masingmasing kelompok yang berselisih bersedia mengurangi tuntutannya sehingga terjadi kesepakatan damai. 
  • Arbitrationadalah akomodasi yang dilakukan dengan cara menghadirkan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak di mana memiliki kedudukan lebih tinggi daripada pihak yang bertikai. Keputusan yang diambil oleh pihak ketiga bersifat mengikat. Contoh terjadi perselisihan antara Niko dan Anton, keduanya meminta bantuan kepada guru BP.
  • Mediation adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara menghadirkan pihak ketiga sebagai penasihat. Contoh peran kepala desa dalam mendamaikan pertengkaran tetangga.
  • Conciliation adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan atau kesepakatan bersama. Contoh perundingan antara siswa SMP Tegalsari dengan siswa SMP Karangjati yang bermusuhan untuk mencapai kata mufakat.
  • Toleration adalah bentuk akomodasi satu pihak menerima pihak lain tanpa adanya persetujuan formal. Contoh pertikaian antara dua keluarga yang berakhir karena masing-masing pihak memahami keadaannya.
  • Stalemate adalah bentuk akomodasi masing-masing pihak menghentikan pertikaian karena memiliki kekuatan yang seimbang. Contoh antara Amerika dan Rusia mengenai persenjataan nuklir.
  • Ajudication adalah bentuk akomodasi yang dilakukan melalui pengadilan.

c. Asimilasi

Perkawinan campuran di antara dua warga negara yang berbeda merupakan salah satu contoh proses asimilasi. Dalam perkawinan campuran terdapat dua kebudayaan yang hidup secara bersamaan. Tiap-tiap pihak berusaha mengurangi perbedaan-perbedaan di antara mereka. Lambat laun masing-masing kebudayaan melebur menjadi satu membentuk suatu kebudayaan baru. Asimilasi merupakan cara-cara bersikap dan bertingkah laku dalam menghadapi perbedaan. Tujuannya untuk mencapai kesatuan atau mencapai suatu integrasi dalam organisasi, pikiran, dan tindakan.

Menurut Koentjaraningrat, terdapat beberapa syarat terjadinya asimilasi sebagai berikut.

  • Adanya kelompok-kelompok manusia yang dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda.
  • Adanya interaksi langsung secara intensif dalam kurun waktu yang lama.
  • Akibatnya, masing-masing kebudayaan berubah sifat dan wujudnya menjadi kebudayaan campuran.

Selain itu, terjadinya proses asimilasi didukung pula adanya interaksi yang asimilasif. Artinya, interaksi yang terjadi bersifat persahabatan, tidak ada hambatan dan pembatasan dalam melakukan interaksi, serta interaksi yang berlangsung bersifat langsung dan primer.

Baca juga :

Pergaulan antara kelompok-kelompok secara luas dan intensif saja, tidak menjamin terjadinya proses asimilasi jika di antara kelompok tersebut tidak didasari sikap toleransi dan empati satu sama lain. Misalnya orang Barat yang berada di Indonesia. Mereka telah bergaul secara luas dan intensif dengan orang Indonesia sejak berabad-abad lamanya. Akan tetapi, mereka belum juga semua terintegrasi ke dalam masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Hal ini dikarenakan kurangnya sikap saling bertoleransi dan bersimpati.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Proses Interaksi Sosial Asosiatif dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. [pb]