Pesawat Sederhana Bidang Miring, Rumus, Contoh Soal

Pesawat Sederhana Bidang Miring – Berikut ini merupakan penjelasan salah satu amteri fisika yaitu pesawat sederhana bidang miring. Sebelum kita lanjut mebahas masalah bidang miring sebagai salah satu pesawat sederhana, terlebih dahulu sahabat harus tahu apa itu Bidang Miring.

Pengertian Bidang Miring

Bidang miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu sudut, yang bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal.

Penerapan bidang miring dapat mengatasi hambatan besar dengan menerapkan gaya yang relatif lebih kecil melalui jarak yang lebih jauh, daripada jika beban itu diangkat vertikal. Dalam istilah teknik sipil, kemiringan (rasio tinggi dan jarak) sering disebut dengan gradien. 

Pesawat Sederhana Bidang Miring

Kemudia kaitannya dengan pesawat sederhana bahwa selain tuas dan katrol, pesawat sederhana lainnya adalah bidang miring. Seseorang dapat menaikkan muatan dalam truk tanpa tenaga yang terlalu besar berkat bidang miring. Jadi pemanfaatan pesawat sederhana bidang miring ini sangat berarti di dalam kehidupan di sekitar kita.

Rumus Bidang MiringBidang Miring

Dalam bidang miring berlaku persamaan :

w . h = F . s

Keterangan:

w = beban (N)

F = gaya (N)

s = panjang bidang miring (m)

h = tinggi bidang miring (m)

Contoh Soal

Seorang pegawai ingin memindahkan kotak yang beratnya 500 N ke atas truk dengan menggunakan bidang miring seperti gambar di bawah.

Pesawat Sederhana Bidang Miring

Bila tinggi truk 1,5 m, berapa besar gaya yang diperlukan untuk memindahkan kotak tersebut?

A. 125 N

B. 250 N

C. 500 N

D. 1500 N

 

Jawab:

Diketahui: 

w = 500 N

h = 1,5 m

s = 3 m

Ditanyakan

F =…..?

Penyelesaian:

Menentukan gaya yang diperlukan pada bidang miring emnggunakan persamaan:

w . h = F . s

500 . 1,5 = F . 3

750 = 3 F

750 / 3 = F

250 = F atau F = 250 N

Jika bidang miring licin, keuntungan mekanis dapat dikatakan bahwa perbandingan beban dengan kuasa sama dengan perbandingan jarak perpindahan dengan tinggi bidang miring adalah :

K_{M} = \frac{W}{F}=\frac{s}{h}

Dalam bidang miring berlaku sebagai berikut:

  1. Makin landai bidang miring, maka makin kecil gaya yang dibutuhkan, akan tetapi jalan yang dilalui lebih panjang.
  2. Makin curam suatu bidang miring, maka makin besar gaya yang dibutuhkan, akan tetapi jalan yang dilalui lebih pendek.

Contoh Pesawat Sederhana Bidang Miring

Dalam keseharian bidang miring ini dapat dijumpai dalam hal berikut:

  1. Tangga naik suatu bangunan bertingkat-tingkat dan berkelok-kelok untuk memperkecil gaya
  2. Jalan di pegunungan berkelok-kelok supaya mudah dilalui
  3. Ulir sekrup yang bentuknya menyerupai tangga melingkar
  4. Baji (pisau, kater, kampak, dll)
  5. Dongkrak juga merupakan suatu contoh bidang miring karena menggunakan prinsip sekrup
  6. Untuk menaikkan drum keatas truk menggunakan papan kayu yang dimiringkan.

Baca :

Nach demikian penjelasan mengenai Pesawat Sederhana Bidang Miring, dan semoga penjelasan di atas dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk lebih memahami materi fisika khusus pesawat sederhana. [bj]