Perkembangan dan Peninggalan Budaya pada Masa Prasejarah

Perkembangan dan Peninggalan Budaya pada Masa Prasejarah – Pernahkah kamu membayangkan cara kehidupan manusia purba pada jutaan tahun yang lampau? Ya, kehidupan mereka terlampau sederhana karena ada keterbatasan dengan volume otaknya. Menurut para ahli, volume otak mereka memang masih terlampau kecil sehingga mengalami keterbatasan di dalam menemukan cara untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Dari waktu ke waktu volume otak itu mengalami perubahan dan perkembangan sehingga mereka semakin terampil dalam menggunakan dan membuat beragam peralatan.

Perkembangan dan Peninggalan Budaya pada Masa Prasejarah

Perkembangan dan Peninggalan Budaya pada Masa Prasejarah

Kehidupan manusia diperkirakan dalam kelompok-kelompok kecil. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka berburu binatang di sepanjang lembah-lembah sungai yang subur. Kehidupan semacam ini diperkirakan berlangsung selama satu juta tahun. Dalam perkembangannya, mereka mulai menggunakan peralatan batu yang masih sederhana. Dari bukti yang berhasil ditemukan, sisa artefak yang berupa alat-alat kapak batu di Pacitan diperkirakan berasal dari masa 800.000 tahun yang lalu. Apa yang bisa kita katakan dari penemuan peralatan prasejarah ini? Manusia prasejarah itu mulai mengenal atau membuat kebudayaan meskipun dalam pengertian yang teramat sederhana. Beragam peralatan batu itu diperkirakan pernah digunakan untuk menguliti dan memotong daging buruan.

Permasalahan yang menarik untuk diteliti, yaitu cara manusia purba itu bisa bertahan sedemikian lama. Beberapa ahli berpendapat bahwa manusia purba itu telah berkelompok untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Artinya, mereka telah membentuk masyarakat sendiri. Bagaimana cara mereka membentuk masyarakat?

Salah satu kasus yang digunakan oleh para ahli adalah saat mereka harus menangkap binatang buruan. Untuk menangkap seekor binatang, tentu diperlukan adanya kerja sama di antara anggota kelompok. Kita tidak bisa membayangkan yang akan terjadi seandainya mereka tidak saling bekerja sama satu dengan lain saat berburu binatang. Saat mereka mau menangkap binatang buruan, tentu ada yang mengejar, melempar dengan batu, dan memanah dengan mata tombak.

Setelah binatang buruan tertangkap, pekerjaan belum selesai. Mereka secara bersama-sama harus membawa binatang itu ke gua yang dijadikan tempat tinggal. Selanjutnya, mereka menggunakan peralatan dari batu itu untuk menguliti dan membaginya. Tidak mengherankan apabila di dalam gua-gua yang diduga pernah digunakan sebagai tempat tinggal manusia prasejarah itu bisa ditemukan tulang belulang binatang. Apakah hal ini berkaitan dengan pola makan mereka?.

Apa yang menyebabkan punahnya Homo erectus? Ada ahli yang berpendapat bahwa hal itu disebabkan keterbatasan mereka dalam menggunakan strategi hidup. Tidak banyak ditemukannya peralatan batu di sekitar penemuan fosil mereka menunjukkan bahwa kehidupan mereka masih teramat primitif. Ada dugaan bahwa mereka makan daging dari binatang yang telah mati (scavenger).

Sementara itu menurut beberapa ahli, penduduk asli pertama Pulau Jawa atau yang dikenal dengan Homo sapiens mungkin mirip dengan suku Aborigin di Australia yang berasal dari Indonesia sekitar 40.000 tahun yang lalu. Mereka ini disebut dengan Australoidyang kemudian tersingkir oleh pendatang dari Asia Tenggara yang telah memiliki kebudayaan lebih maju dan mampu beradaptasi lebih baik sebagai pemburu. Keturunan manusia jenis ini sudah tidak ditemukan di Jawa, tetapi saat ini bisa ditemukan sebagai suku Anak Dalam atau Kubu di Sumatra bagian tengah dan Indonesia bagian timur.

Dalam perkembangan selanjutnya, sekitar 3.000–5.000 tahun lalu datanglah arus pendatang yang dikenal dengan Proto Malays ke Pulau Jawa. Keturunan mereka masih bisa ditemukan di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Tengger di Jawa Timur, Dayak di Kalimantan, dan Sasak di Lombok. Gelombang berikutnya berasal dari Austronesia atau Deutero-Malaysyang berasal dari Taiwan dan Cina Selatan. Mereka datang melalui laut ke Pulau Jawa sekitar 1.000–3.000 tahun lalu. Keturunannya sampai sekarang masih bisa ditemukan di Indonesia bagian barat dengan keahlian bercocok tanam padi, pengairan, membuat barang tembikar atau barang pecah belah, dan kerajinan dari batu.

Melalui pembelajaran sebelumnya, kamu telah mengetahui asal usul manusia Indonesia dan terbentuknya masyarakat pada masa awal. Tiaptiap tahap harus dilalui dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga jutaan tahun lamanya. Setidaknya ada empat tahap perkembangan manusia purba berdasarkan peralatan yang mereka pakai.

  • Zaman Palaeolitikum
  • Zaman Mesolitikum
  • Zaman Neolitikum
  • Zaman Logam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *