Peninggalan Sejarah Peradaban Islam

Peninggalan Sejarah Peradaban Islam – Dari manakah kita dapat merunut peradaban Islam yang ada di Indonesia? Ya, dari peninggalan sejarahnya. Ada beragam bentuk peninggalan sejarah Islam yang ada di Indonesia. Berbagai bentuk peninggalan sejarah itu, apabila dianalisis secara ilmiah akan dapat mengungkap tahun pembuatan dan tokoh yang mendirikannya. Untuk meneliti keberadaan suatu kompleks bangunan kuno, ilmu Arkeologi akan membantumu dalam menelusuri jejakjejak purbakala itu. Sementara itu, ilmu Sejarah akan membantu mengungkap isi suatu dokumen sejarah (yaitu sumber-sumber yang tertulis). 

Peninggalan Sejarah Peradaban Islam

Peninggalan Sejarah Peradaban Islam

 

Bagaimana dengan daerah sekitarmu, apakah terdapat peninggalan sejarah Islam? Agar kamu lebih memahami tentang peninggalan sejarah Islam, kamu dapat menyimak pemaparan berikut ini:

a. Seni Bangunan

Amati gambar di samping ini dengan saksama! Peninggalan sejarah tersebut tentu bukan merupakan hal yang aneh bagimu. Itulah bukti sejarah, bahwa masuknya Islam di Indonesia melalui proses yang damai. Gambar tersebut adalah gapura masuk pada makam raja-raja di Yogyakarta. Bangunan tersebut merupakan bukti adanya asimilasi dan akulturasi dalam proses islamisasi di Indonesia. Coba carilah arti asimilasi dan akulturasi. Selain bentuk bangunan di samping, apa sajakah peninggalan sejarah Islam yang termasuk klasifikasi seni bangunan? Carilah di daerahmu sendiri atau dari berbagai sumber pustaka.

b. Seni Sastra

Pernahkah kamu mendengar Babad Tanah Jawidan Hikayat RajaRaja Pasai?Itulah salah satu bentuk peninggalan sastra Islam. Karya sastra itu ditulis oleh ulama, pemikir, dan cendekiawan muslim. Coba carilah karya sastra yang berwujud babad, hikayat, syair, dan suluk dari sumbersumber pustaka. Ada bentuk lain peninggalan sejarah di bidang agama, yaitu tasawuf. Apakah tasawuf itu? Kamu dapat menemukan sendiri apa maknanya. Salah satu artinya adalah cara untuk menyucikan diri, meningkatkan akhlak, serta membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi. Nah, orang yang sudah mencapai taraf itu disebut sufi. Pada masa awal perkembangan Islam dikenal Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Syekh Abdur Rauf. Mereka selain sebagai sufi juga pemikir Islam. Coba kamu cari bentuk hasil karya mereka.

c. Seni Rupa

Amati nisan Sultan Malik as-Saleh di samping! Apa yang tertera pada nisan itu? Mengapa sebuah nisan dari peninggalan sejarah Islam harus diberi ukiran semacam itu? Itulah salah satu contoh, betapa peradaban Islam memang telah pernah mencapai puncak kejayaannya. Seni yang tertera pada nisan itu adalah ekspresi kecintaan pembuatnya pada agama Islam yang mereka anut. Selain pada nisan tersebut, karya seni Islam juga dapat ditemukan pada makam Malik Ibrahim dan berbagai kaligrafi dalam masjid-masjid peninggalan sejarah Islam.

d. Seni Pertunjukan

Kamu tentu pernah mendengar atau bahkan melihat pertunjukan wayang kulit. Dari manakah asal kebudayaan itu? Daerah-daerah mana yang ada kebudayaan seperti itu? Pada mulanya wayang itu merupakan hasil budaya Hindu. Oleh para wali, budaya itu digunakan untuk media dakwah dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Mengapa para wali menggunakan media wayang yang telah akrab dengan rakyat itu untuk menyebarluaskan agama Islam? Selain wayang, seni pertunjukan apakah yang merupakan peninggalan sejarah Islam? Nah, dari peninggalan-peninggalan sejarah yang bercorak Islam itulah, kita bisa sedikit demi sedikit merunut peradaban Islam pada masa lampau. Dari peninggalan sejarah yang tersebar di berbagai daerah itu, menunjukkan bahwa Islam telah merata keberadaannya di Indonesia.

e. Perkembangan Kebudayaan Masa Islam

Berkembangnya kebudayaan Islam di Nusantara menambah khazanah budaya nasional Indonesia, serta ikut memberikan dan menentukan corak budaya bangsa Indonesia. Oleh karena kebudayaan yang berkembang di Nusantara sudah begitu kuat di lingkungan masyarakat, perkembangan budaya Islam tidak menggantikan atau memusnahkan kebudayaan yang sudah ada. Dengan demikian, terjadi akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Indonesia. Di Indonesia Islam menghasilkan seni budaya bernapaskan keagamaan. Berikut ini beberapa contoh seni budaya pada masa perkembangan Islam di Indonesia:

1) Upacara Grebeg Maulud

Upacara Grebeg sangat terkenal di lingkungan masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah dan Cirebon. Upacara Grebeg pertama kali dilaksanakan di Kerajaan Demak kemudian berkembang sampai Kerajaan Mataram. Upacara itu sekarang dilestarikan di Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Di Cirebon upacara mirip Grebeg dinamakan Panjang Jimat. Panjang jimat sendiri pada dasarnya adalah piring dan baki untuk menempatkan makanan yang dibagi-bagikan. Piring dan baki tersebut hanya digunakan sekali dalam setahun. Pada malam menjelang tanggal 12 Maulud, panjang jimat diarak dari keraton menuju masjid dengan diiringi oleh sultan dan seluruh kerabat keraton.

Pada dasarnya maksud dari upacara Grebeg itu tidak lain sebagai bentuk syukur dari sultan kepada Tuhan. Sultan mengadakan syukuran karena telah dipercaya untuk memimpin rakyat. Hal ini jelas sesuai dengan ajaran Islam. Akan tetapi, dalam prosesi upacara dan perlengkapan serta saji-sajiannya, tidak terlepas dari aspek budaya sebelumnya, sementara doa-doanya menggunakan cara-cara Islam.

2) Sistem Kalender Islam

Menjelang tahun ketiga pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, beliau berusaha membenahi kalender Islam. Perhitungan yang dipakai berdasar pada peredaran bulan (kamariah). Umar menetapkan tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 14 September 622 Masehi. Sistem kalender ini berlaku di Indonesia hingga saat ini.

Bukti perkembangan sistem penanggalan atau kalender yang paling nyata adalah sistem kalender yang diciptakan Sultan Agung. Jika sebelumnya digunakan kalender berdasarkan sistem matahari, sebagai pengaruh dari sistem kalender Hijriah, diciptakan kalender dengan sistem peredaran bulan (kamariah). Akan tetapi, tahunnya tidak menggunakan angka tahun Saka (Jawa) seperti yang sudah digunakan sebelumnya. Sultan Agung juga telah melakukan sedikit perubahan mengenai nama-nama bulan. Misalnya bulan Muharam diganti dengan Suradan Ramadan diganti dengan Pasa. Kalender tersebut dimulai pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 H. Kalender Sultan Agung dimulai tepat pada tanggal 1 Sura tahun 1555 Jawa (8 Agustus 1633).

3) Filsafat

Pada masa penyebaran Islam di Indonesia, perkembangan filsafat sangat dipengaruhi oleh ajaran tasawuf. Setiap orang berusaha mencari kebenaran dan kesempurnaan hidup melalui praktik-praktik keagamaan yang benar. Oleh karena kebenaran mutlak hanya ada pada Tuhan, agar tercapai kesempurnaan dan kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat, manusia harus terus-menerus mendekatkan diri kepada Tuhan.

4) Kesenian

Islam menghasilkan berbagai kesenian yang bertujuan untuk penyebarluasan ajarannya. Kesenian tersebut antara lain sebagai berikut:

a. Permainan debus, yaitu permainan di mana pada puncak acara, para penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya, tanpa meninggalkan bekas luka. Tarian ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat dalam Alquran dan selawat nabi. Tarian ini berkembang di Banten dan Minangkabau.

b. Seudati, adalah sebuah bentuk tarian dari Aceh. Seudati berasal dari kata syaidatiyang artinya permainan orang-orang besar. Seudati sering disebut samanyang artinya delapan. Aslinya, tarian ini dimainkan oleh delapan orang penari. Para penari menyanyikan lagu yang isinya antara lain selawat nabi.

c. Pertunjukan wayang yang sebenarnya sudah berkembang sejak zaman Hindu, dikembangkan lagi pada masa Islam. Berdasarkan cerita Amir Hamzah, dikembangkanlah seni pertunjukan wayang golek.

5) Aksara

Tersebarnya Islam ke Indonesia membawa pengaruh dalam bidang aksara atau tulisan. Abjad atau huruf-huruf Arab mulai digunakan di Indonesia. Bahkan huruf Arab digunakan sebagai bahan ukiran. Berkaitan dengan ini berkembanglah seni kaligrafi. Dari berbagai penelitian sejarah dan arkeologi terbukti bahwa Islam masuk dan berkembang di Indonesia secara damai. Inilah yang menyebabkan Islam mendapat sambutan yang luas di kalangan rakyat Indonesia sejak awal kedatangannya.

Demikianlah akhir dari perjalanan kita untuk menemukan kembali peradaban Islam di Indonesia. Kamu telah mengetahui sejarah lahirnya Islam dan perkembangannya hingga ke Indonesia. Kamu juga telah mampu melacak berbagai peninggalan sejarah Islam di berbagai daerah. [pb]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *