Peninggalan Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Peninggalan Kerajaan Hindu-Budha di IndonesiaKebudayaan kerajaan biasanya dipengaruhi oleh dua agama besar yaitu Hindu Siwa dan Buddha. Kedua agama ini dapat hidup damai. Demikian pula dengan peninggalan-peninggalannya. Kamu tentu mengenal candicandi Hindu-Buddha peninggalan kerajaan tersebut.

Peninggalan Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Peninggalan Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

a. Candi Borobudur (Jawa Tengah)

Bangunan pada gambar di samping adalah candi Borobudur, sebuah candi yang sangat terkenal di seluruh jagat. Betapa tidak. Apabila kita memandang candi Borobudur dari kejauhan, bangunan itu tampak tegak menjulang, megah, dan indah. Kalau kita lihat dari dekat, bangunan itu tertata rapi dari tumpukan batu, arca, dan dinding-dinding yang berelief sangat indah. Sungguh suatu perpaduan antara seni arsitektur dan teknologi yang sangat tinggi. Sebuah mahakarya yang tidak ternilai harganya dari masa lampau. Tidak mengherankan jika candi Borobudur terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Candi Borobudur dibangun tahun 824 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Samaratungga, dari Kerajaan Mataram Hindu. Mengapa dinamakan candi Borobudur? Menurut Poerbatjaraka, nama Borobudur berasal dari kata biara(wihara) dan bidur(tempat yang menonjol di atas bukit). Jadi, Borobudur berarti kecil atau wihara pendeta yang terletak di atas bukit.

Bangunan candi Borobudur dibagi menjadi tiga bagian bangunan. Pertama, Kamadhatumerupakan tingkat pertama sampai tingkat ketiga candi. Bagian ini dihiasi relief karmawibhanggayang melukiskan hukum yang berlaku dalam kehidupan manusia. Kedua, Rupadhatu, merupakan tingkat keempat sampai keenam candi yang memiliki hiasan relief Lalitavistaradan Jatakamalayang melukiskan kehidupan Sang Buddha. Ketiga, Arupadhatu, merupakan bagian atap candi dari tingkat ketujuh sampai kesepuluh. Tidak ada relief, tetapi banyak ditemui stupa-stupa yang menyimbolkan pencapaian kesempurnaan kehidupan manusia.

Reruntuhan candi Borobudur mulai diselidiki pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles. Raffles yang ternyata seorang pengagum sejarah dan kebudayaan pribumi pada tahun 1815 menugaskan H.C. Cornelius untuk mengadakan penyelidikan. Tahun 1835 bentuk susunan Borobudur mulai terungkap oleh A. Shaefer, seorang seniman Jerman. Penemuan yang menakjubkan berupa kaki candi yang tersembunyi terjadi pada tahun 1885. Antara tahun 1855–1891 ditemukan seluruh relief yang terdapat pada seluruh kaki candi.

Pemugaran pertama candi Borobudur baru dilaksanakan tahun 1900 oleh tim yang diketuai Dr. J.L.A. Brandes. Candi Borobudur berhasil didirikan kembali dengan megah pada tahun 1911. Candi itu telah mengalami beberapa kali pemugaran hingga berbentuk seperti yang bisa kita lihat sekarang.

b. Candi Prambanan (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Candi Prambanan terletak di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan dibangun pada abad IX, masa Kerajaan Mataram Hindu. Candi tersebut dibangun oleh Raja Pikatan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Dewa Siwa. Candi Prambanan terdiri atas tiga halaman. Candi induk pada halaman pertama adalah candi Siwa yang menghadap ke arah timur. Pada dinding candi Siwa terdapat relief cerita Ramayana. Pada halaman kedua terdapat candi Perwara, yaitu 224 candi kecil yang tersusun menjadi empat deret. Di halaman luar belum ditemukan peninggalan-peninggalan candi. Saat ini digunakan sebagai panggung terbuka Ramayana.

c. Prasasti Ciaruteun (Jawa Barat)

Prasasti Ciaruteun merupakan benda arkeologi peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Pada prasasti tersebut terdapat lukisan laba-laba dan telapak kaki, yang dipercaya sebagai telapak kaki Raja Purnawarman. Prasasti tersebut terdiri atas empat baris ditulis dalam bentuk puisi India.

d. Prasasti Yupa (Kalimantan)

Yupa merupakan tiang batu yang digunakan hewan sebagai persembahan. Tiang tersebut memuat syair-syair Sanskerta untuk mengingat persembahan, hadiah-hadiah mewah atas nama Raja Mulawarman. Prasasti Yupa merupakan catatan tertulis Indonesia yang paling tua yang masih ada, berasal dari tahun 400 Masehi.

e. Gua Gajah (Bali)

Gua Gajah merupakan salah satu situs peninggalan Bali Kuno. Bagian depan gua dipenuhi ukiran yang menggambarkan pegunungan dengan berbagai binatang, dalam susunan seperti beberapa adegan di Borobudur. Bagian dalam gua berisi benda-benda peninggalan pemujaan Siwa. Namun, adanya arca-arca Buddha dan pecahan reruntuhan stupa batu menunjukkan bahwa orang-orang Buddha pernah memuja di tempat ini.

f. Patung Adityawarman (Sumatra)

Patung Adityawarman merupakan patung raksasa yang ditemukan di dekat perbatasan Sumatra Barat dan Jambi. Patung tersebut melukiskan Bhairawa, sosok yang mewujudkan dorongan-dorongan negatif manusia. Patung yang berwujud seorang lelaki memegang mangkuk tengkorak dan pisau serta berdiri di atas setumpuk tengkorak. Hal tersebut menceritakan pemandangan yang dialami Adityawarman ketika menghirup bau pembakaran mayat. [pb]