Pengukuran Tegangan Listrik, Rumus Tegangan Listrik dan Contoh Soal

Pengukuran Tegangan Listrik – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Pengukuran Tegangan Listrik, Rumus Tegangan Listrik dan Contoh Soal yang merupakan bagian materi dari Kumpulan Rumus Fisika SMP Kelas 9. Perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini! agar anda dengan mudah bisa memahami Pengukuran Tegangan Listrik, Rumus Tegangan Listrik dan Contoh Soal.

Pengukuran Tegangan Listrik

Kamu sudah mengetahui bahwa alat ukur lsitrik yang cukup penitng, selain amperemeter, adalah voltmeter. Amperemeter digunakan untuk mengetahui kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Adapun, voltmeter digunakan untuk mengukur beda potensial. Misalnya beda potensial antara kutub-kutub baterai atau beda potensial di dua titik suatu rangkaian listrik.
Dalam suatu rangkaian, penggunaan voltmeter secara paralel. Maksudnya, terminal positif voltmeter (berwarna merah) dihubungkan dengan kutub positif batu baterai. Adapun kutub negative voltmeter dihubungkan dengan kutub negatif batu baterai. Salah satu contoh penggunaan voltmeter yaitu pada pengukuran gaya gerak listrik dan tegangan jepit suatu rangkaian.
Perbedaan antara besarnya GGL dengan tegangan jepit menimbulkan adanya kerugian tegangan. Baterai atau sumber arus listrik lainnya memiliki hambatan dalam. Dalam suatu rangkaian, hambatan dalam (r) selalu tersusun seri dengan hambatan luar (R).

Rumus Tegangan Listrik

Pengukuran Tegangan Listrik
Berdasarkan gambar, rumus Hukum Ohm dapat ditulis sebagai berikut.

V = IRV = I (r + R) 

Etotal = E1 + E2 +…+En= nE 

rtotal = r1 + r2 +…rn= nr

Sehingga
Rumus Kuat Arus Pada Pengukuran Tegangan Listrik
Untuk beberapa elemen yang dipasang secara paralel berlaku

Etotal = E1 = E2 = En= E

frac{1}{r_{total}}=frac{1}{r_{1}}+frac{1}{r_{2}}+...+frac{1}{r_{n}}

{r_{total}}=frac{r}{n}

Sehingga

I=frac{E}{R+frac{r}{n}}

Keberadaan hambatan dalam itulah yang menyebabkan menyebabkan kerugian tegangan. Kerugian tegangan dilambangkan dengan U satuannya volt. Hubungan antara GGL, tegangan jepit, dan kerugian tegangan dirumuskan.

E = V + U

dengan:
E = gaya gerak listrik satuannya volt (V)

V = tegangan jepit satuannya volt (V)

U = kerugian tegangan satuannya volt (V)

Contoh Soal :

Dua baterai masing 1,5 V dengan hambatan dalam 0,5 Ω dihubungkan ke hambatan 14 Ω . Berapakah tegangan jepitnya jika kedua baterai dipasang seri?
Contoh soal pengukuran tegangan listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *