Pengukuran Besaran Turunan dalam Fisika

Pengukuran Besaran Turunan – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Pengukuran Besaran Turunan dalam Fisika yang merupakan bagian dari Fisika. Perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini! agar kamu bisa memahami dengan baik Pengukuran Besaran Turunan dalam Fisika.

Pengukuran Besaran Turunan dalam Fisika

Terdapat beberapa besaran turunan yang dapat kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain : luas, volume, kecepatan dll. Bagaimana kamu dapat menentukan dan mengukur besaran turunan? Kamu dapat melakukan pengukuran dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Misalnya, menentukan kecepatan sepeda motor yang mempunyai satuan m/s. Kamu dapat melakukan pengukuran langsung yaitu dengan menggunakan spidometer, sedangkan pengukuran tidak langsung menggunakan rol meter untuk mengukur jarak tempuh dan stopwatch untuk mengukur waktu tempuh. Hasil bagi antara jarak tempuh dengan waktu tempuh menghasilkan kecepatan. Kecepatan termasuk besaran turunan karena satuannya diperoleh dari besaran pokok panjang dan waktu.

1. Besaran Luas

Bagaimana kamu dapat menentukan luas sebidang tanah yang bentuknya bujursangkar? Tentu kamu dapat menentukannya dengan cara mengukur panjang sisi-sisinya kemudian kamu hitung dengan rumus :

Luas = sisi x sisi

Tabel  Pengukuran tidak langsung luas suatu bidang yang bentuknya teratur

 

Pengukuran tidak langsung luas suatu bidang yang bentuknya teratur

2. Besaran Volume

Pernahkah kamu melakukan pengukuran volume suatu bidang berbentuk kubus? Tentu kamu dapat melakukannya yaitu dengan cara mengukur panjang sisi-sisinya kemudian kamu hitung dengan rumus:

Volume = sisi x sisi x sisi

Tabel Pengukuran langsung volume suatu bidang yang bentuknya teraturPengukuran langsung volume suatu bidang yang bentuknya teratur

Tabel di atas digunakan untuk menentukan volume suatu benda yang bentuknya teratur, dalam benak kalian tentu bertanya bagaimana cara menentukan volume benda yang bentuknya tidak teratur? Misalnya batu, penghapus, gunting dll. Tentu ada cara yang dapat dilakukannya. Ada dua cara yang dapat kamu lakukan untuk mengukur volume zat padat secara tidak langsung, yaitu :

Pengukuran volume zat padat menggunakan sebuah gelas ukur

a. Menggunakan satu buah gelas ukur

Gelas Ukur
Gelas Ukur

Langkah yang harus kamu lakukan sebagai berikut:

  • Letakkan gelas ukur di atas permukaan yang rata misalnya, meja
  • Isilah gelas ukur tersebut dengan air kira-kira setengahnya. Amati dan baca skala yang ditunjukkan, nyatakan pengukuranmu sebagai V1.
  • Masukkan zat padat yang hendak kamu ukur ke dalam gelas ukur tersebut. Amati dan baca skala yang ditunjukkan, nyatakan pengukuranmu sebagai V2
  • Tarik kesimpulanmu untuk menyatakan volume zat padat tersebut yaitu dengan cara menentukan selisih dari hasil kedua bacaan. Volume zat padat = ( V2 – V1 ) ml

b. Menggunakan satu gelas ukur dan satu gelas berpancuran

Gelas Ukur dan Gelas BerpancuranAmati dan Langkah yang harus kamu lakukan sebagai berikut:

  • Letakkan gelas ukur dan gelas berpancuran di atas permukaan yang rata misalnya, meja.
  • Isilah gelas berpancuran tersebut dengan air sampai batas lubang gelas berpancuran.
  • Taruh gelas ukur tepat dibawah mulut lubang gelas berpancuran.
  • Masukkan zat padat yang hendak kamu ukur ke dalam gelas berpancuran tersebut. Tentu air akan tumpah menuju gelas ukur.
  • Amati dan baca skala yang ditunjukkan pada gelas ukur nyatakan pengukuranmu sebagai volume zat padat yang diukur.

Demikianlah informasi dari admin bacajuga.com tentang Pengukuran Besaran Turunan dalam Fisika, semoga bermanfaat. [bt]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *