Pengertian, Jenis Pelapukan, Fisik

Pengertian Pelapukan dan Jenis Pelapukan – Pelapukan merupakan proses pengelupasan atau penghancuran kulit Bumi oleh tenaga eksogen. Tingkat pelapukan di setiap daerah berbeda-beda tergantung kondisi daerah tersebut. Misalnya, di daerah tropis yang pengaruh suhu dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sementara itu di daerah subtropis tebal pelapukan hanya beberapa meter.

Pengertian Pelapukan

Pengertian Pelapukan

 

Jenis – Jenis Pelapukan

Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga jenis sebagai berikut.

Pelapukan Fisik

Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik, baik bentuk maupun ukurannya. Batuan yang besar menjadi kecil dan yang kecil menjadi halus. Pelapukan ini disebut juga pelapukan mekaniskarena proses berlangsungnya secara mekanik. Pelapukan fisis dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut.

  • Perbedaan Temperatur yang Tinggi. Peristiwa ini terutama terjadi di daerah beriklim kontinental atau gurun. Pada siang hari suhu di daerah gurun bisa mencapai 50°C. Suhu yang tinggi (panas) pada siang hari menyebabkan batuan mengembang. Sebaliknya, pada malam hari batuan menyusut karena suhu udara yang rendah (dingin). Suhu udara yang berubah-ubah bisa terusmenerus akan mengakibatkan permukaan batuan pecah atau retak-retak. Pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu udara disebut eksfoliasi.eksfoliasi
  • Pembekuan Air di dalam Batuan. Pada saat hujan sebagian air akan masuk ke dalam batuan. Jika air tersebut membeku, volumenya akan bertambah sehingga menimbulkan tekanan terhadap batuan. Akibatnya, batuan rusak atau pecah-pecah.
  • Berubahnya Air Garam Menjadi Kristal. Jika air tanah mengandung garam, pada siang hari air menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam sangat tajam dan mampu merusak batuan. Contohnya adalah pelapukan pada batuan karang di daerah pantai.

Pelapukan Organis/Biologis

Pelapukan organis/biologis disebabkan oleh kegiatan organisme, yaitu tumbuhan, binatang, dan manusia. Pelapukan organis/biologis dapat dibagi menjadi dua berdasarkan prosesnya, yaitu pelapukan biofisik dan biokimia.

Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi disebabkan oleh reaksi kimia. Air, oksigen, dan karbon dioksida adalah unsur utama penyebab pelapukan kimiawi. Air hujan mempunyai peran besar dalam melarutkan batuan. Ada beberapa jenis pelapukan kimia, yaitu oksidasi, pelarutan dan karbonasi, hidrasi, serta hidrolisis. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat dan jenis pelapukan adalah iklim, jenis batuan, kegiatan manusia, penutup vegetasi, dan relief. Faktor yang paling berpengaruh adalah iklim dan jenis batuan. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan kimiawi.

  • Iklim. Unsur iklim yang mempengaruhi pelapukan batuan adalah curah hujan dan temperatur udara. Pelapukan kimia mudah terjadi pada kondisi udara yang hangat dan lembap seperti daerah tropis. Pelapukan kimiawi berlangsung lebih cepat di daerah dengan curah hujan dan temperatur rendah seperti daerah subtropis, subkutub, serta pegunungan.
  • Komposisi Mineral dan Struktur Batuan. Pelapukan kimiawi dapat dibantu oleh pelarutan dan mineral batuan yang tidak stabil. Batuan yang mempunyai struktur lemah mudah mengalami retak-retak sehingga mempermudah pelapukan. Pada daerah tropik retakan batuan mudah dimasuki air hujan sehingga memudahkan reaksi kimia di dalamnya. Pada daerah dingin batuan yang mempunyai retakan memudahkan pelapukan oleh proses pembekuan air yang masuk ke dalamnya. Pelapukan kimiawi terjadi di bagian dalam batuan karena air mudah menyusup ke dalamnya melalui batuan. Sementara itu, pelapukan fisik terjadi pada permukaan batuan.
  • Relief. Relief suatu daerah dapat memengaruhi proses pelapukan. Pada lereng curam tutupan vegetasi dan tanah cenderung berkurang karena erosi. Akibatnya, batuan yang muncul ke permukaan menjadi tidak terlindungi sehingga mudah mengalami pelapukan.
  • Tutupan Vegetasi. Tutupan vegetasi juga berpengaruh pada proses pelapukan batuan. Di satu sisi tutupan vegetasi melindungi batuan dari pelapukan, tetapi di lain sisi, akar tanaman yang masuk celah-celah batuan menyebabkan pelapukan fisik. Tidak hanya itu, vegetasi yang mati dan membusuk menghasilkan bahan organik yang menyebabkan pelapukan kimia.
  • Kegiatan ManusiaKegiatan manusia seperti pertanian, pembangunan industri, pembuatan jalan dan perumahan, serta pembabatan hutan menyebabkan batuan muncul di permukaan tanah sehingga memudahkan pelapukan. [pb]