Pengertian Kohesi dan Adhesi serta Contohnya

Pengertian Kohesi dan Adhesi – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Pengertian Kohesi dan Adhesi serta Contohnya yang merupakan materi bagian dari Fisika. Perhatikan penjelasan berikut ini! agar anda lebih mudah memahami Pengertian Kohesi dan Adhesi.

Pengertian Kohesi dan Adhesi

Setiap zat tersusun dari bagian-bagian kecil yang disebut partikel dan tersusun sebagai molekul. Umum diketahui bahwa terdapat gaya tarik menarik antara molekul-molekul penyusun zat tersebut, yang terbagi ke dalam dua jenis gaya tarik, yaitu kohesi dan adhesi.Pengertian Kohesi dan Adhesi

1. Pengertian Kohesi

Kohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang sama jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain tidak dapat menempel karena molekulnya saling tolak menolak.

Baca : Teori Partikel Zat dan Susunan Partikel Zat

Contoh Kohesi :

Contoh gaya kohesi dalam kehidupan sehari-hari adalah air yang berada di atas daun talas bentuknya bulat-bulat karena tidak mau bercampur dengan daun talas atau daun pisang. Pada waktu kita memiringkan daun pisang ataupun daun talas, maka airnya akan mudah jatuh. Contoh kohesi lain adalah raksa pada tabung kaca. Itu artinya adalah gaya kohesi lebih besar daripada gaya adhesi.

2. Pengertian Adhesi

Adhesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain dapat menempel dengan baik karena molekulnya saling tarik menarik atau merekat.

Contoh Adhesi :

Contoh gaya adhesi dalam kehidupan sehari-hari adalah kapur dapat melekat pada papan tulis. Spidol atau bolpoin dapat menemel pada kertas. Cat dapat menempel pada tembok. Itu semua artinya adalah gaya adhesi lebih besar daripada gaya tarik kohesi. Jika gaya kohesi lebih besar maka spidol tidak bisa menempel pada kertas. Contoh lainnya.

Peristiwa Kohesi dan Adhesi

Teteskan air raksa di atas permukaan kaca, bagaimana bentuk raksa itu? Ternyata setetes air raksa itu berbentuk bola dan tidak membasahi permukaan kaca. Mengapa dapat terjadi? Karena kohesi air raksa lebih besar daripada adhesi air raksa dengan permukaan kaca. Teteskan air di atas permukaan kaca, bagaimana bentuk air itu? Ternyata setetes air itu menyebar dan membasahi permukaan kaca. Mengapa dapat terjadi? Karena kohesi air lebih kecil daripada adhesi air dengan permukaan kaca.

Baca : Pengertian Zat dan Perubahan Wujud Zat

Demikianlah info Pengertian Kohesi dan Adhesi serta Contohnya dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. [bj]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *