Pengertian Beda Potensial, Rumus dan Contoh Soal

Pengertian Beda Potensial – Pada kesempatan ini admin Rumus Fisika akan berbagi informasi mengenai Beda potensial, di sini admin akan menjelaskan tentang Pengertian Beda Potensial, Rumus Beda Potensial dan Contoh Soal Beda Potensial. Sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Arus Listrik.

Pengertian Beda Potensial

Potensial listrik adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu benda. Suatu benda dikatakan mempunyai potensial listrik lebih tinggi daripada benda lain, jika benda tersebut memiliki muatan positif lebih banyak daripada muatan positif benda lain.
Muatan listrik pada beberapa benda
Muatan listrik pada beberapa benda 

Pada Gambar di atas, terlihat bahwa benda A memiliki muatan positif paling banyak sehingga benda A mempunyai potensial listrik paling tinggi, disusul benda B, C, baru kemudian D. Apa yang dimaksud dengan beda potensial?

Rumus Beda Potensial

Beda potensial listrik (tegangan) timbul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda dihubungkan oleh suatu penghantar. Beda potensial ini berfungsi untuk mengalirkan muatan dari satu titik ke titik lainnya. Satuan beda potensial adalah volt (V). Alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik disebut voltmeter. Secara matematis beda potensial dapat dituliskan sebagai berikut.
Rumus Beda Potensial
Keterangan:

V : beda potensial (V)

W : usaha/energi (J)

q : muatan listrik (C)

Contoh Soal

Untuk memindahkan muatan 4 coulomb dari titik A ke B diperlukan usaha sebesar 10 joule. Tentukan beda potensial antara titik A dan B!
Diketahui : 
q = 4 C
W = 10 J
Ditanyakan: 
V = … ?
Jawab :
V = W/q
V = 10/ 4
V = 2,5 V
Telah disinggung bahwa, alat yang digunakan untuk mengukur suatu tegangan adalah voltmeter.
Saat mengukur beda potensial listrik, voltmeter harus dipasang secara paralel dengan benda yang diukur beda potensialnya. Untuk memasang voltmeter, Anda tidak perlu memotong rangkaian, namun cukup menghubungkan ujung yang potensialnya lebih tinggi ke kutub positif dan ujung yang memiliki potensial lebih rendah ke kutub negatif.
Dapat diketahui bahwa ketika sumber tegangan ditambah (baterai ditambah), maka jumlah muatan yang dihantarkan makin besar sehingga arusnya meningkat. Hal ini membuat nyala lampu menjadi lebih terang.