Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Suhu Udara

Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Suhu Udara – Dapat kamu bayangkan saat kamu pergi ke pegunungan kemudian ke pantai, pasti akan kamu rasakan adanya perbedaan suhu. Berdasarkan gradien geothermis, suhu memang akan berubah seiring dengan perubahan ketinggian tempat. Perubahan suhu udara berdasarkan perbedaan ketinggian ini dapat dihitung dengan rumus Mock berikut.Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Suhu Udara

Jika selisih suhu udara (Δ T) tandanya negatif untuk mengetahui suhu udara yang dicari, suhu udara yang telah diketahui dikurangi dengan Δ T. Jika ΔT tandanya positif untuk memperoleh nilai suhu udara yang kamu cari, suhu udara yang telah diketahui dijumlahkan dengan nilai ΔT.

Contoh:

Kota A memiliki ketinggian 5 m di atas permukaan air laut. Rata-rata suhu udara kota A 28°C. Berapakah rata-rata suhu udara kota B yang memiliki ketinggian 215 m di atas permukaan air laut?

Penyelesaian:

Diketahui: Ketinggian kota A = 5 m dpal.

Ketinggian kota B = 215 m dpal.

Rata-rata suhu udara kota A = 28° C

Ditanyakan: Rata-rata suhu udara kota B?

Jawaban:

Δ T = 0,006 (X1 – X2) × 1° C

Δ T = 0,006 (5 – 215) × 1° C

Δ T = –1,2

Jadi, suhu udara kota B adalah 28° C – 1,2° C = 26,8° C.

Dengan perhitungan menggunakan rumus Mock di atas dapat disimpulkan bahwa setiap kenaikan 100 meter ke arah puncak gunung, suhu udaranya akan turun sebesar 0,6°C.

Suhu atau temperatur udara merupakan kondisi yang dirasakan di permukaan Bumi diantaranya ada panas, sejuk atau dingin.

Perubahan suhu udara disekitar kita akan mempengaruhi semua sifat-sifat benda atau zat. Panas udara yang kita rasakan adalah akibat dari radiasi bumi yang telah menerima panas dari matahari, sehingga lapisan udara dekat kulit bumi akan lebih panas daripada yang jauh dari kulit bumi.

Menurut penelitian, setiap kenaikan 1000 feet (304,8 meter), suhu udara berkurang 1,98 °C. Untuk memudahkan penghitungan, penurunan suhu ini dibulatkan menjadi 2°C. Dan suhu udara di sea level ditetapkan 15 °C.

Hubungan ketinggian tempat dengan suhu udara, semakin tinggi letak suatu tempat maka suhu udara semakin rendah. Panas yang kita rasakan di bumi tidak semuanya langsung berasal dari matahari. Ketika matahari menyalurkan panasnya, bumi akan menyerap panas tersebut kemudian memantulkannya kembali. Semakin tinggi suatu tempat, maka kerapatan udara di tempat itupun akan semakin berkurang. Sementara udara adalah salah satu penghantar panas. Itulah sebabnya setiap 100 m ke atas, suhunya berkurang sekitar 0,6 C. Hal ini berlaku hingga ketinggian 10.000 meter di atas permukaan laut. Di atas ketinggian ini terdapat stratosfer, di mana suhu di sana tidak akan bertambah dingin lagi. [pb]