Hukum Pemantulan Gelombang Bunyi dan Cara Menentukan Cepat Rambat Bunyi

Posted on
Pemantulan Gelombang Bunyi – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Hukum Pemantulan Gelombang Bunyi dan Cara Menentukan Cepat Rambat Bunyi yang merupakan bagian materi dari Kumpulan Rumus Fisika SMP Kelas 8. Perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini! agar anda dengan mudah bisa memahami Hukum Pemantulan Gelombang Bunyi dan Cara Menentukan Cepat Rambat Bunyi.

Hukum Pemantulan Gelombang Bunyi

Permukaan-permukaan keras seperti dinding, lereng gunung akan memantulkan gelombang-gelombang bunyi. Inilah yang menyebabkan kenapa sehingga kita sering mendengar sebuah bunyi yang dipantulkan, setelah bunyi asli mengenai sebuah dinding pemantul. 
Kita dapat merumuskan sebuah hukum tentang pemantulan bunyi:
  • Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu bidang
  • Sudut datang sama dengan sudut pantul

Hukum ini hampir sama dengan hukum pemantulan cahaya, lebih disebabkan karena memang keduanya merupakan fenomena gelombang.
Hukum Pemantulan Gelombang Bunyi dalam Fisika

Menetukan Cepat Rambat Bunyi Di Udara

Cepat rambat bunyi di udara dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:

v = s / t

dengan 

v = kecepatan rambat bunyi,
s = jarak sumber bunyi dengan pengamat, dan
t = waktu tempuh gelombang bunyi untuk sampai ke pengamat.

Misalnya, jarak total yang ditempuh gelombang bunyi ketika merambat ke dinding pemantul dalam waktu 1,2 detik adalah 171 meter, kemudian setelah memantul kembali ke tempat asal dengan menempuh kembali jarak 171 meter. Dengan demikian jarak total yang ditempuh adalah 342 meter. Maka dengan menggunakan rumus diatas, cepat rambat bunyi tersebut adalah:

v = s / t = 342 /1,2 = 285 m/s

Menentukan kedalaman laut

Penggunaan lain dari gelombang bunyi ini diantaranya adalah dapat digunakan untuk menentukan kedalaman lautan atau sungai bahkan dapat juga digunakan untuk menentukan lokasi dari kawanan ikan dilautan. Cara ini jelas lebih mudah daripada kita harus menyelam ke dasar lautan untuk mengukur kedalamannya. Cara ini dilakukan dengan memancarkan gelombang ultrasonik ke dasar laut dan bunyi pantul diterima oleh reciever (penerima) yang terpasang di kapal. Jika bunyi pantul memerlukan selang waktu lama untuk kembali ke kapal maka ini menunjukkan bahwa lautnya cukup dalam. Jika bunyi pantul kembali ke tempat semula dalam selang waktu cukup singkat maka dapat dipastikan lautan itu adalah lautan dangkal.
Menentukan kedalaman laut
Misalnya, sebuah kapal hendak mengukur kedalaman dari lautan yang diarunginya. Gelombang bunyi dpancarkan dari kapal tersebut, dan diterima kembali dalam waktu 2 detik. Seperti yang telah diketahui bahwa, gelombang bunyi mempunyai kecepatan rambat sebesar 1.500 m/s, maka dari informasi ini kita dapat menentukan kedalaman lautan dengan cara:
Jarak yang ditempuh gelombang bunyi = kecepatan x waktu = 1.500 m/s x 2 s = 3000 meter
gelombang bunyi menempuh jarak ke bawah menuju dasar laut dan kembali lagi ke kapal, jadi:
Kedalaman laut = jarak tempuh gelombang bunyi / 2 = 3000 meter / 2 = 1500 meter
Mudah bukan? terlihat bahwa, kedalaman lautan yang diukur oleh kapal yakni 1500 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *