Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi – Pada kesempatan ini admin Pengertian Belajar akan berbagi tentang Manusia sebagai Makhluk Ekonomi. Homo economicus (dalam ejaan bahasa Indonesia biasa ditulis homo ekonomikus) merupakan istilah Latin yang berarti bahwa manusia adalah makhluk ekonomi. Manusia disebut sebagai makhluk ekonomi karena manusia selalu berpikir tentang upaya untuk memenuhi kebutuhannya semaksimal mungkin dengan sumber daya yang tersedia. Misalnya, setiap bulan kamu diberi uang saku oleh orang tuamu. Jumlah uang saku yang kamu terima sudah ditentukan. Kamu sebagai makhluk ekonomi pasti akan berusaha membelanjakan uang sakumu untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolahmu.

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Manusia sebagai makhluk ekonomi akan selalu bertindak dengan penuh perhitungan. Ia akan berusaha berhemat dalam pengeluarannya. Ia tidak akan menghambur-hamburkan uangnya untuk hal-hal yang tidak perlu. Perhatikan ibumu dalam membelanjakan dan menggunakan uang. Beliau pasti sangat cermat dalam membelanjakan uang. Uang belanja setiap bulan harus dibagi-bagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan seluruh anggota keluarga. Ada uang yang digunakan untuk kebutuhan pokok, seperti membeli makanan bergizi, pakaian, dan keperluan pendidikan anak-anaknya. Ada uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sosial seperti menyumbang pada hajatan tetangga, menengok orang sakit, dan membayar iuran di lingkungan. Sebagian lagi harus ditabung untuk kebutuhan yang tidak terduga dan kebutuhan masa depan.

Manusia selalu berusaha memenuhi berbagai keinginannya dan memperoleh laba sebesar-besarnya. Akan tetapi, manusia kadang mempunyai sifat rakus, serakah, egois, dan pemalas. Misalnya, untuk memperoleh laba yang lebih besar, seorang pedagang berbohong tentang kualitas barang dagangan. Pedagang mengurangi timbangannya agar berat barang dagangan yang dijual berkurang dari yang seharusnya. Mungkin kamu juga pernah mendengar beredarnya makanan yang mengandung boraks atau formalin sebagai bahan pengawet. Tentu hal ini sangat merugikan pembeli karena formalin dan boraks merupakan zat yang membahayakan kesehatan manusia. Pedagang dan produsen seperti itu hanya mementingkan diri sendiri dalam rangka memperoleh laba sebesar-besarnya, tetapi tidak memperdulikan keselamatan dan kepentingan pembeli.

Manusia dituntut untuk mampu menyeimbangkan peranannya sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat. Di satu sisi, manusia adalah makhluk ekonomi yang mengharapkan keuntungan bagi dirinya. Di sisi lain, manusia sebagai makhluk sosial dituntut untuk peduli dengan orang lain. Manusia tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri. Contohnya, di rumah seorang anak memakan semua makanan tanpa memperdulikan saudara dan orang tuanya. Dalam hal ini, ia memang telah memenuhi tuntutannya sebagai makhluk ekonomi, yaitu memenuhi kebutuhan. Akan tetapi ia lupa pada perannya sebagai makhluk sosial, yaitu peduli dengan orang lain.

Demikian juga, pelaku usaha harus peduli dengan kehidupan sosial dan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi semata. Pelaku usaha harus mampu melihat bisnis sebagai peluang untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bentuk peran perusahaan dalam kegiatan sosial antara lain memberi bantuan beasiswa, membentuk yayasan pendidikan, dan membantu korban bencana.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. [pb]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *