Manfaat Peta untuk Kehidupan Manusia

Manfaat Peta untuk Kehidupan Manusia – Pada kesempatan ini admin Pengertian Belajar akan berbagi tentang Manfaat Peta untuk Kehidupan Manusia, penggunaan peta tergantung pada jenis dan pembaca peta. Peta topografi yang skalanya kecil dapat memberikan gambaran secara luas tentang muka Bumi yang digambarkan dalam peta. Sementara itu, peta tematik atau khusus digunakan untuk menyajikan tema tertentu. Misalnya peta persebaran penduduk, peta iklim, dan peta persebaran flora.

Manfaat Peta untuk Kehidupan Manusia

Manfaat Peta untuk Kehidupan Manusia

 

Secara umum, peta dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti di bawah ini.

a. Penunjuk Arah, Letak, Luas, Jarak, dan Bentuk Permukaan Bumi

Informasi arah dapat kamu peroleh dengan menggunakan komponen penunjuk arah. Lihatlah komponen peta yang lain! Dengan menggunakan skala, kamu dapat mengetahui jarak antardua tempat dan menghitung luas suatu wilayah.

b. Alat Informasi

Peta mengandung banyak informasi. Informasi itu ditampilkan dalam bentuk simbol-simbol. Berbagai macam informasi dapat kamu baca berdasarkan simbol-simbol dan keterangannya pada peta.

c. Alat Pembelajaran

Kamu dapat belajar mengenai wilayah-wilayah yang ada di permukaan Bumi dengan menggunakan peta. Peta merupakan salah satu alat pembelajaran. Peta digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti geografi dan sejarah.

Baca : Pengertian Skala Peta

Nah, agar kamu lebih memahami manfaat suatu peta dan cara memanfaatkannya, ikutilah penjelasan manfaat tiap komponen peta berikut.

a. Mata Angin

Ingatlah selalu arah-arah yang ditunjukkan oleh mata angin. Tanpa memahami arah mata angin, kamu tidak bisa mengetahui arah dengan kompas. Ingatlah ketika kamu menghadap sinar matahari pada pagi hari berarti kamu menghadap ke timur. Selain dapat dinyatakan dengan arah, besarnya sudut dalam derajat dapat digunakan untuk menunjukkan arah. Arah utara dinyatakan dengan 0°, sesuai dengan arah putaran jam, besarnya arah yang lain dinyatakan mulai 0° hingga 360°.

b. Garis Lintang dan Garis Bujur

Letak suatu tempat pada peta dinyatakan dengan koordinat, salah satunya dengan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis lintang yang membelah Bumi menjadi utara selatan sering disebut latitude. Garis bujur yang membagi Bumi menjadi barat dan timur dikenal dengan longitude.

c. Simbol

Kenampakan Bumi pada peta digambarkan dengan simbol. Berikut ini beberapa jenis simbol pada peta.

Berbagai jenis simbol
Berbagai jenis simbol

d. Administrasi atau Nama-Nama Geografi

Nama-nama tempat perlu dicantumkan sebagai petunjuk pada peta, walaupun sebetulnya nama sendiri tidak tampak di permukaan Bumi. Suatu peta menjadi sebuah peta buta dan tidak bisa dimanfaatkan apabila tidak mencantumkan nama objek geografi yang digambarkan. Kaidah penulisan huruf untuk nama geografi seperti berikut ini.

  • Nama tempat, biasanya berwarna hitam, tetapi dapat pula berwarna kelabu.
  • Nama bentang alam seperti pegunungan, perbukitan dengan tipe huruf miring berwarna hitam.
  • Nama perairan atau perwujudan air dengan tipe miring berwarna biru.

Penulisan nama geografi secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut.

Tata Cara Penulisan Nama-Nama Geografi
Tata Cara Penulisan Nama-Nama Geografi

e. Garis Kontur dan Simbol Warna

Pada peta kenampakan gunung sering kamu kenali dengan lambang. Bagaimana kenampakan lembah diketahui pada peta? Nah, kenampakan gunung dan lembah dapat kamu ketahui melalui pola garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian sama. Garis-garis kontur pada peta membentuk pola yang menunjukkan besar, tinggi, dan kemiringan lereng dari gunung maupun lembah. Sebagai contoh, garis-garis kontur yang rapat menunjukkan lereng terjal, garis yang renggang menunjukkan lereng landai. Gunung memiliki pola garis kontur membulat. Semakin ke tengah nilai konturnya semakin besar dan ketinggiannya bertambah.

Baca :Jenis Jenis Peta

f. Inset

Inset pada umumnya terletak di pojok bagian dalam peta dan digambarkan dengan peta kecil. Letak inset dapat juga disesuaikan dengan letak peta utamanya. Inset diberi arsir atau warna lain yang menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan. Inset peta terdiri atas dua jenis sebagai berikut.

  • Inset Lokasi. Inset lokasi pada umumnya dijumpai pada peta skala kecil dan merupakan peta pengecilan lokasi yang bisa menggambarkan lokasi yang lebih luas. Inset ini berguna untuk memberikan gambaran global wilayah sekitar dari suatu daerah yang dipetakan. Contoh peta Provinsi Lampung memerlukan inset peta Sumatra.
  • Inset Pembesaran. Inset pembesaran dapat dijumpai pada peta dengan kenampakan wilayah kepulauan yang kecil. Inset ini berfungsi untuk menggambarkan bagian yang penting dari suatu lokasi yang kenampakannya tampak kecil sehingga perlu diperbesar. Contoh Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak pulau kecil, yang kenampakannya kemudian diperbesar dengan inset pembesaran. Nah, sekarang coba buka atlasmu dan temukan inset di dalamnya. Bedakanlah antara inset lokasi dan inset pembesaran.

g. Sumber Peta dan Tahun Pembuatan

Sumber peta dicantumkan pada peta dengan tujuan agar pembaca peta mengetahui sumber dan pembuatnya. Selain itu, tahun pembuatan peta perlu dicantumkan karena data yang dipetakan dapat berubah setiap tahun. Contohnya data jumlah penduduk yang yang berubah setiap tahun. Selain itu, sumber peta memberi kepastian kepada pembaca peta bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta akurat dan bukan hasil rekaan. Hal ini akan menentukan sejauh mana pembaca peta dapat mempercayai data tersebut.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Manfaat Peta untuk Kehidupan Manusia dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. [pb]