Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya

Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya – Pada kesempatan ini admin Cabang Biologi akan berbagi informasi mengenai Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya yang merupakan bagian materi Biologi SMP Kelas 7. Sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Hubungan Antar Komponen Ekosistem.

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Di permukaan bumi dihuni oleh berjuta-juta makhluk hidup, baik itu di daratan maupun di lautan. Bagaiamana dengan halaman sekolahmu? apakah juga dihuni makhluk hidup? Coba sebutkan makhluk hidup yang ada di halaman sekolahmu! Berapa macamnya? Apakah makhluk hidup yang kamu jumpai itu sama? Coba lihat apakah daun dalam satu jenis pohon sama? Terdapat beberapa macam variasi bentuk daun dalam satu jenis pohon. Variasi-variasi inilah yang menunjukkan bahwa makhluk hidup itu mempunyai keanekaragaman.
Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya
Apa yang dimaksud keanekaragaman? Keanekaragaman adalah perbedaan di antara makhluk hidup yang berbeda jenis dan speciesnya. Bagaimana keanekaragaman di dunia terjadi? Keanekaragaman makhluk terjadi karena adanya perbedaan sifat, seperti: ukuran, bentuk, warna, fungsi organ, tempat hidup dan lain–lain. Keanekargaman makhluk hidup sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Suatu kelompok makhluk hidup yang memiliki kelestarian tinggi, terdapat keanekaragaman yang tinggi. Sebaliknya makhluk hidup yang memiliki tingkat kelestarian rendah, terdapat keanekaragaman rendah dan terancam punah. Keanekaragaman makhluk hidup bersifat tidak tetap atau tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh campur tangan manusia terhadap lingkungan yang dapat mempengaruhi keanekaragaman. Penurunan keanekaragaman makhluk hidup dapat terjadi secara alami dan campur tangan manusia. Dewasa ini campur tangan manusia berperan besar dalam penurunan keanekaragaman makhluk hidup, baik itu disadari maupun tidak disadari. Beberapa perbuatan manusia yang dapat mengancam atau menurunkan keanekaragaman makhluk hidup antara lain:
  • Pembabatan hutan alam, untuk jalan raya, pabrik, perumahan dan sebagainya.
  • Penggunaan pestisida, insektisida dan sejenisnya yang tidak bertanggung jawab.
  • Pembuangan limbah industri yang sembarangan.
  • Perburuan hewan yang tidak bertanggung jawabDalam perjalanan waktu ada kelompok makhluk hidup yangmengalami peningkatan keanekaragaman, ada yang tetap, ada pula yang berkurang keanekaragamannya.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Makhluk Hidup

Keanekaragaman makhluk hidup telah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya. Sepantasnya manusia berusaha dan bertindak untuk memelihara, mengembangkan dan menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai sumber daya alam hayati, agar senantiasa dapat memperoleh manfaatnya. 
Mengapa dunia sekarang berada pada saat harus segera bertindak melestarikan keanekaragaman makhluk hidup? Dampak buruk yang diakibatkan karena terjadi kepunahan terhadap makhluk hidup, merugikan bagi manusia itu sendiri. Di Indonesia banyak species hewan, dan tumbuhan asli Indonesia di ambang kepunahan dan bahkan sudah punah. Menurut hukum alam suatu species yang sudah punah, tidak akan tercipta lagi di bumi ini. Apakah itu tidak merugikan? Pelestarian makhluk hidup dapat dilakukan melalui cara–cara sebagai berikut :

Upaya Pelestarian Makhluk Hidup Tumbuh-tumbuhan 

Upaya yang dilakukan, sebagai berikut:
  • Kebon koleksi, biasanya hanya untuk mempertahankan tumbuhan bibit unggul. Contoh : kebon kelapa di Bone–Bone, kebon mangga di Pasuruan.
  • Kebun plasma nutfah, merupakan perkembangan kebun koleksi Contoh: di Cibinong LIPI dengan buah-buahan inti, temu–temuan, talas, dan suweg.
  • Kebun botani, didirikan pada tahun 1817 di Bogor, terkenal dengan Kebon Raya Bogor.

Upaya Pelestarian Makhluk Hidup Hewan 

Upaya yang dilakukan, sebagai berikut:
  • Menangkar hewan langka dengan cara mengisolasi hewan tersebut. 
  • Mengambil telur–telur hewan untuk dibantu menetaskannya.
  • Memindahkan hewan langka ke tempat yang lebih cocok. 
  • Membuat undang–undang perburuan.