Pengertian Kalor Jenis, Rumus, Contoh Soal

Pengertian Kalor Jenis – bacajuga.com berikut ini akan berbagi penjelasan mengenai pengertian kalor jenis beserta kumpulan daftar dari nilai kalor jenis dari masing-masing zat yang biasa digunakan. Disamping itu juga disajikan rumus kalor jenis disertai contoh soal dan penyelesaiannya. Namun sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai daftar nilai dari kalor jenis setiap zat, terlebih dahulu sahabat harus memahami apa yang dimaksud dengan kalor jenis itu sendiri serta bagaimana hubungannya dengan yang lainnya.

Pengertian Kalor Jenis

Pengertian kalor jenis suatu benda adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 kg suatu zat sebesar 1 K. Kalor jenis menunjukkan kemampuan suatu benda untuk menyerap kalor. Semakin besar kalor jenis suatu benda, semakin besar pula kemampuan benda tersebut untuk menyerap kalor.Pengertian Kalor Jenis

Daftar Nilai kalor Jenis Berbagai Zat

No. Nama Zat Satuan
J/KgoC kal/KgoC kal/gr

oC

1

Alkohol

2400

550

0.55

2

Air (dalam bentuk Es sekitar suhu-5oC)

2100

500

0.5

3

Air sekitar suhu 15 oC

4180

1000

1

4

Air (dalam bentuk uap sekitar suhu 110 oC)

2010

480

0.48

5

Aluminium

900

210

0.21

6

Air Laut

3900

933

0.933

7

Badan Manusia

3470

830

0.83

8

Besi/baja

450

110

0.11

9

Emas

130

30

0.03

10

Gliserin

2400

580

0.58

11

Kayu

1700

410

0.41

12

Kaca

670

160

0.16

13

Kuningan

380

90

0.09

14

Marmer

860

210

0.21

15

Minyak Tanah

2200

530

0.53

16

Perak

230

60

0.06

17

Raksa

140

33

0.033

18

Seng

390

90

0.09

19

Spiritus

240

57

0.057

20

Tembaga

390

90

0.09

21

Timbal

130

31

0.031

22

Udara

1000

240

0.24

Pemisalan Hubungan Benda dengan Kalor Jenis

Apabila temperatur dari suatu benda dinaikkan dengan besar kenaikan temperatur yang sama, ternyata setiap benda akan menyerap energi kalor dengan besar yang berbeda.

Baca : Perubahan Wujud

Misalnya, terdapat empat buah bola masingmasing terbuat dari aliminium, besi, kuningan, dan timah. Keempat bola ini memiliki massa sama dan ditempatkan di dalam suatu tempat yang berisi air mendidih. Setelah 30 menit, keempat bola akan mencapai kesetimbangan termal dengan air dan akan memiliki temperatur yang sama dengan temperatur air. Kemudian, keempat bola diangkat dan ditempatkan di atas kepingan parafin. Bola aluminium dapat melelehkan parafin dan jatuh menembus parafin. Beberapa sekon kemudian, bola besi mengalami kejadian yang sama. Bola kuningan hanya dapat melelehkan parafin sebagian, sedangkan bola timah hampir tidak dapat melelehkan parafin.

Keempat bola tersebut menyerap kalor dari air mendidih, kemudian memindahkan kalor tersebut pada parafin sehingga parafin meleleh. Oleh karena setiap benda memiliki kemampuan berbeda untuk melelehkan parafin, setiap bola akan memindahkan kalor dari air ke parafin dengan besar yang berbeda. Kemampuan yang dimiliki setiap benda ini berhubungan dengan kalor jenis benda tersebut.

Rumus Kalor Jenis

Secara matematis, kalor jenis suatu zat dapat dituliskan sebagai berikut:

c=\frac{Q}{m\times \Delta T}

Keterangan:

c = kalor jenis suatu zat (J/kg K),

Q = kalor (J),

m = massa benda (kg), dan

ΔT = perubahan temperatur (K).

Baca : Pengertian Kalor

Untuk suatu benda, faktor m x c dipandang sebagai satu kesatuan dan faktor ini disebut sebagai kapasitas kalor.

Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

C=c\times m=\frac{Q}{m}

Satuan kapasitas kalor adalah J/K. Jika dua persamaan di atas diuraikan, maka besarnya kalor suatu zat adalah

Q = m . c . ΔT
atau
Q = C . ΔT

Keterangan: C = kapasitas kalor (J/K)

Contoh Soal dan Penyelesaian

1. Air sebanyak 100 gram yang memiliki temperatur 25oC dipanaskan dengan energi sebesar 1.000 kalori. Jika kalor jenis air 1 kal/g oC, tentukanlah temperatur air setelah pemanasan tersebut.

Jawab:

Diketahui: m = 100 gram,

                T0 = 25 °C,

                cair = 1 kal/g°C, dan

                Q = 1.000 kal.

Ditanyakan: T = ….?

Penyelesaian:

#pertama menentukan nilai ΔT dengan persamaan

Q = m . c . ΔT

\Delta T=\frac{Q}{mc}

ΔT = (1.000 kal) / (100 gram x 1 kal/g °C)

ΔT = 10°C

#kemudian berikutnya kita tentukan nilai T dimana perubahan temperatur (ΔT) memiliki arti selisih antara temperatur akhir air setelah pemanasan terhadap temperatur awal, atau secara matematis dituliskan dengan persamaan berikut:

ΔT = T – T0

10°C = T – 25°C

T = 35°C

Jadi, temperatur akhir air setelah pemanasan adalah 35°C.

Baca : Cara Perpindahan Kalor

Demikian penjelasan salah satu materi Fisika mengenai Pengertian Kalor Jenis yang dilengkapi dengan daftar nilai kalor jenis beberapa zat dan rumus serta contoh soal penyelesaiannya. Semoga dapat dengan mudah dimengerti serta dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dalam meningkatkan pengetahuan sahabat dalam bidang Fisika terlebih bagi penulis sendiri. Dan juga saran dari sahabat kami harapkan jika terdapat kekeliruan dari penjelasan di atas. [bj]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *