Golongan Penerima Islam di Indonesia

Golongan Penerima Islam di Indonesia – Ketika Sriwijaya mengalami kemunduran akibat ekspansi Singasari dan Majapahit, kehidupan politik dan ekonomi mulai guncang. Di pihak lain, Majapahit mengalami kekacauan akibat pemberontakan di berbagai daerah dan adanya perseteruan anggota keluarga karena perebutan kekuasaan.

Golongan Penerima Islam di Indonesia

Golongan Penerima Islam di Indonesia

Akibat keguncangan politik dan ekonomi, kehidupan sosial budaya pun goyah. Keperluan-keperluan upacara keagamaan, kreasi-kreasi dalam kerajinan tangan, seni bangunan, seni patung dan ukir, serta cabang-cabang seni lainnya terpengaruh situasi politik dan ekonomi yang kacau. Pada saat kekacauan itu, banyak pedagang muslim yang singgah di Nusantara. Mereka kemudian memberi pegangan kepada masyarakat yang sedang mengalami kekacauan.

Golongan penerima Islam di Indonesia sebagai berikut:

1. Para Pedagang

Para pedagang Nusantara tertarik terhadap Islam karena para pedagang muslim dapat menunjukkan sifat-sifat dan tingkah laku yang baik. Selain itu, para pedagang itu rata-rata memiliki pengetahuan agama yang tinggi. Para pedagang Nusantara belajar tentang Islam dari para pedagang muslim, bahkan beberapa di antaranya datang sendiri ke negeri asal agama tersebut, yaitu Arab.

2. Para Bangsawan

Di antara pedagang Nusantara yang berhubungan dengan para pedagang muslim adalah penguasa daerah pantai, misalnya adipati atau punggawa kerajaan. Mereka termasuk dalam golongan bangsawan. Para bangsawan itu memegang peranan dalam menentukan kebijaksanaan perdagangan dan pelayaran. Mereka juga pemilik kapal dan saham dalam kegiatan perdagangan. Seperti telah diuraikan di depan, pada saat itu pusat-pusat kerajaan Hindu, seperti Sriwijaya dan Majapahit mengalami kekacauan politik. Hal ini menimbulkan keinginan para adipati di pesisir untuk melepaskan diri dan mengadakan hubungan dengan pedagang muslim. Pada kesempatan itu pula, raja-raja dan bangsawan Nusantara memeluk agama Islam.

3. Masyarakat

Rakyat umumnya memandang pemimpin dan bangsawan sebagai contoh yang baik untuk diikuti. Dengan demikian, apabila seorang pemimpin atau bangsawan memeluk agama Islam maka rakyat akan mengikutinya. Selain itu, rakyat yang semula menganut agama Hindu, memandang agama Islam lebih baik karena tidak mengenal kasta. Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat. Agaknya, inilah daya tarik paling kuat bagi rakyat kecil untuk memeluk Islam. [pb]