Golongan Pembawa Islam di Indonesia

Golongan Pembawa Islam di Indonesia – Adanya interaksi antarpedagang dari penjuru dunia dengan intensitas yang tinggi, memunculkan beragam teori mengenai tokoh yang sebenarnya memperkenalkan agama Islam kepada penduduk Nusantara. 

Golongan Pembawa Islam di Indonesia

Golongan Pembawa Islam di Indonesia

Teori-teori yang muncul sehubungan dengan pembawa Islam ke Nusantara antara lain sebagai berikut:

1. Islam Diperkenalkan oleh Bangsa Arab

Sir John Crawford, seorang sejarawan Inggris berpendapat bahwa Islam sudah sampai ke Indonesia sejak abad VII. Teori ini didasarkan atas berita Cina dari zaman Dinasti Tang yang menceritakan adanya orang-orang Ta-shih (bangsa Cina menyebut bangsa Arab dengan sebutan Ta-shih) yang mengurungkan niatnya menyerang Kalingga.

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) berpendapat bahwa sejak abad pertama Hijriah, orang-orang Indonesia telah menggali ideologi Islam ke Mekah dan Mesir yang berintikan mazhab Syafi’i. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam diperkenalkan oleh bangsa Arab sendiri. Apakah alasan yang beliau ajukan? Pertama, dalam laporan perjalanan yang ditulis Ibnu Batutah tertulis bahwa Raja Samudera Pasai bermazhab (aliran) Syafi’i. Saat itu mazhab Syafi’i baru berkembang di Mesir. Kedua, gelar yang dipakai oleh raja-raja Samudera Pasai dengan raja-raja Mesir ada persamaan, yaitu al-Malik. Ketiga, sudah ada seorang ulama Indonesia yang mengajarkan ilmu Tasawuf (ajaran atau cara untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan-Nya di Arab, yaitu Syekh Abu Masud Abdullah Ibn Masud al-Jawi.

2. Islam Datang dari Gujarat/India

Pendapat ini dikemukakan oleh Christian Snouck Hurgronje dari Belanda. Ia berpendapat bahwa bangsa yang menyebarkan agama Islam pertama-tama di Indonesia bukan dari Arab, melainkan dari Gujarat, India. Hubungan langsung antara Indonesia dan Arab baru terjadi pada masa kemudian. Pendapat tersebut didasarkan pada adanya unsur-unsur Islam di Indonesia yang menunjukkan persamaan dengan India. Pendapat Snouck diperkuat oleh hasil penelitian kepurbakalaan J.P. Moquette mengenai nisan kubur dari Samudera Pasai yang memuat nama Sultan Malik as-Saleh yang berangka tahun 696 H (1297 M) dan diduga nisan tersebut diproduksi di Cambay-Gujarat.

3. Islam Datang dari Persia

Sejarawan terkemuka Prof. Dr. P.A. Hoessein Djajadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Iran (Persia). Beliau memberi bukti dari ejaan dan tulisan Arab. Baris atas disebut Jabar, bawah disebut Ajer, dan depan disebut Pes. Dalam bahasa Arab ejaan itu disebut Fathah, Kasrah, dan Dhammah. Di dalam tulisan Arab, Sin bergigi sementara dalam tulisan Persia tidak bergigi. Sementara itu, Oemar Amir Hoesin mengatakan bahwa di Persia terdapat suku bangsa ”Leren”. Beliau berpendapat suku inilah yang dahulu datang ke tanah Jawa, sebab di Giri terdapat Kampung Leran. Apa yang dapat kamu simpulkan dari pendapat ketiga tokoh dan peneliti Islam di depan? [pb]