Dasar Dasar Vektor dalam Fisika

Dasar Dasar Vektor dalam Fisika – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi informasi mengenai Dasar Dasar Vektor dalam Fisika yang merupakan bagian dari Kumpulan Rumus Fisika SMA Kelas 10. Sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Ketidakpastian Pengukuran.

Dasar Dasar Vektor dalam Fisika

Vektor yang akan dijelaskan di sini terdiri dari definisi vektor, penjumlahan vektor, pengurangan vektor, menggambar vektor dan rumus cepat vektor. Semoga Penjelasan tentang Vektor dapa bemanfaat bagi siswa SMA kelas 10 khusu untuk materi Fisika SMA kelas x.

Definisi Vektor

Secara sederhana pengertian vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah. Contoh dari besaran ini misalnya perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, dan sebagainya. Untuk menggambarkan vektor digunakan garis berarah yang bertitik pangkal. Panjang garis sebagai nilai vektor dah anak panah menunjukkan arahnya. Simbol vektor menggunakan huruf kapital yang dicetak tebal (bold)  atau miring dengan tanda panah di atasnya seperti gambar berikut:

Vektor

Menggambar sebuah Vektor

Vektor pada bidang datar mempunyai 2 komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Khusus untuk vektor yang segaris dengan sumbu x atau y berarti hanya mempunyai 1 komponen. Komponen vektor adalah vektor yang bekerja menuyusun suatu vektor hasil (resultan vektor). Oleh karenanya vektor bisa dipindahkan titik pangkalnya asalkan tidak berubah besar dan arahnya.

Secara matematis vektor dapat dituliskan A = Ax+Ay dimana A adalah resultan dari komponen-komponenya berupa Ax dan Ay.

Dasar Vektor

Penjumlahan Vekor

Inti dari operasi penjumlahan vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya atau secara sederhana berarti mencari resultan dari 2 vektor. Aga susah memang dipahami dari definisi tertulis. Kita coba memahaminya dengan contoh

Untuk vektor segaris, resultannya

R = A + B + C + n dst…

untuk penjumlahan vektor yang tidak segaris misalnya seperti gambar di bawah ini

Dasar dasar Vektor

Rumus penjumlahan vektor bisa didapat dari dengan memperhatikan gambar berikut ini.

Dasar Dasar Vektor dalam Fisika

Menurut aturan cosinus dalam segitiga,

(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (180o – α)

(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (-cos α)

(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos α

Jika OP = A, PR = B, dan Resultan ‘R’ = OR

maka didapat persamaan

R2 = A2 + B2 – 2AB cos α

Rumus menghitung resultan vektornya

Rumus Vektor

Dalam penjumlahan vektor sobat hitung bisa menggunakan 2 cara

1. Penjumlahan Vektor dengan cara Jajar Genjang (Pararelogram)

yaitu seprti yang dijelaskan di atas. Metode yang digunakan adalah dengan mencari diagonal jajar genjang yang terbentuk dari 2 vektor dan tidak ada pemindahan titik tangkap vektor.

2. Penjumlahan Vektor dengan Cara Segitiga

pada metode ini dilakukan pemindahan titik tangka vektor 1 ke ujung vektor yang lain kemudian menghubungkan titi tangkap atau titik pangkal vektor pertama dengn titik ujung vektor ke dua. Lihat ilustrasi gambar di bawah ini.

Penjumlahan Vektor
Penjumlahan Vektor

Untuk vektor yang lebih dari 2, sama saja. Lakukan satu demi satu hingga ketemu resultan akhirnya.  Dari gambar di atas, V = A + B dan R = V + C atau R  = A + B + C

Pengurangan Vektor

Pengurangan Vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan, cuma yang membedakan adalah ada salah satu vektor yang  mempunyai arah yang berlawanan. Misalnya vektor A bergerak ke arah timur dan B bergerak ke arah barat maka resultannya

R = A + (-B) = A – B

Rumus Cepat Vektor

Berikut rumus cepat panduan mengerjakan soal vektor fisika

  • Jika α = 0o maka R = V1 + V2
  • Jika α = 90 o maka R = √( V12 + V22)
  • Jika α = 180 o maka R = | V1 + V2| –> nilai mutlak
  • Jika α = 120 o dan V1 = V2= V maka R = V

Contoh Soal

Dua buah vektor sebidang erturut-turut besarnya 8 satuan dan 6 satuan, bertitik tangkap sama dan mengapit sudut 30o.Tentukan besar dan arah resultan  vektor tersebut tersebut!

Jawaban :

R2 = A2 + B2 – 2AB cos α

R = 82 + 62 + 2.6.8.cos 30

R = 64 + 36 + 96 0,5 √3

R = 100 + 48√3

Demikianlah info Dasar Dasar Vektor dalam Fisika dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. [bj]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *