Dampak Tenaga Endogen dan Eksogen

Dampak Tenaga Endogen dan EksogenTenaga endogen dan eksogen yang bekerja di Bumi mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Dampak itu dapat dirasakan langsung, seketika, lama, bahkan kadang kala tidak disadari.

Dampak Positif

Dampak positif tenaga endogen dan eksogen sebagai berikut.

1. Membentuk bentang alam yang menarik, indah, dan dapat menjadi daya tarik wisata. Bentang alam tersebut tersebar di Indonesia.

  • Daerah pegunungan tersebar hampir di seluruh Indonesia, terutama di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
  • Daerah gunung api atau vulkan terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Maluku, dan Sulawesi Utara.
  • Dataran tinggi terdapat di beberapa tempat, seperti Dataran Tinggi Gayo, Bukittinggi (Sumatra), Dataran Tinggi Bandung, Sukabumi (Jawa Barat), dan Dieng (Jawa Tengah).
  • Daerah pantai rawa dan delta terdapat di daerah pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, pantai barat, selatan, dan timur Kalimantan, serta pantai barat dan selatan Papua.
  • Dataran rendah tersebar di pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, pantai barat, selatan, dan timur Kalimantan, serta pantai barat dan selatan Papua.
  • Kenampakan alam hasil erosi oleh air maupun angin banyak dijumpai di Indonesia, misalnya gua laut, kanyon, dan batubatu yang berbentuk seperti jamur.

2. Tenaga endogen berupa vulkanisme memberikan dampak kesuburan tanah di wilayah sekitar aktivitas vulkanisme.

3. Bentuk muka Bumi hasil tenaga endogen maupun eksogen juga memengaruhi beberapa aspek kehidupan seperti bentuk rumah, cara berpakaian, mata pencaharian, dan transportasi.

Dampak Negatif

Dampak negatif yang paling umum dan sering terjadi adalah bencana alam. Gempa bumi dan tsunami disebabkan bekerjanya tenaga endogen. Sementara itu, bekerjanya tenaga eksogen sering ditandai dengan terjadinya erosi dan tanah longsor. Hampir semua bencana tersebut menelan korban jiwa dan harta.Dampak Tenaga Endogen dan Eksogen

Langkah-langkah penanggulangan dampak negatif dari tenaga endogen maupun eksogen:

  1. Daerah yang labil terhadap gerakan kulit bumi tidak boleh dijadikan daerah pemukiman.
  2. Pembangunan jalan, rel, dan prasarana umum lainnya harus melihat dan mengkaji alam untuk menghindari daerah-daerah yang labil.
  3. Wilayah yang berdekatan dengan gunung api tidak boleh dijadikan pemukiman
  4. Usaha reboisasi dan penghijauan untuk lahan-lahan kritis lebih ditingkatkan
  5. Perlu pengamatan yang intensif terhadap gunung api yang masih aktif
  6. Kawasan gas beracun tidak boleh menjadi daerah pertanian dan pemukiman. [pb]