Cara Belajar Ilmu Psikologi

Cara Belajar Ilmu Psikologi – Untuk belajar psikologi setiap orang memiliki cara masing-masing dalam mempelajari ilmu psikologi. Mana yang lebih baik? tentunya kita tidak bisa mengambil sebuah keputusan cara yang mana paling baik. Karena setiap cara tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan bahkan setiap orang bisa saja memiliki pendapat dan pandangan berbeda mengenai psikologi.

Sebuah kasus sederhana bisa kita ambil seperti ini,

Ada dua narasumber yang kita ambil dalam belajar psikologi salah satunya adalah seorang Profesor dalam bidan psikologi dan satunya lagi adalah orang awan tapi memiliki pengetahuan yang luas mengenai psikologi. Kedua narasumber tersebut diberikan pertanyaan yang sama akan tetapi jawaban mereka berbeda. Manakah yang akan kita percayai pendapatnya? secara normal orang akan kebanyakan mempercayai dan mengambil pendapat sang Professor karena memang sudah ahli di bidangnya. Tapi bisa saja ada beberapa orang akan memilih pendapat narasumber kedua akan tetapi persentasenya lebih kecil.

Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah manakah yang benar? kebenaran adalah sesuatu yang bersifat absolut di mana kebenaran itu sangat sulit untuk dipikirkan dengan menggunakan logika dasar manusia. Banyak hal dan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil sebuah keputusan apakah hal itu benar atau tidak.Cara Belajar Ilmu Psikologi

Dalam belajar ilmu psikologi juga terjadi hal yang sama karena psikologi itu tidak bisa dilihat dengan kasat mata, kita hanya bisa memprediksi dan menerka apa yang terjadi atau dialami seseorang. Melalui mimik muka, cara berbicara dan lain sebagainya orang mampu memprediksi psikologi seseorang. Tapi apakah hal itu benar? belum tentu karena namanya manusia kita tidak bisa mengetahui dengan pasti hal seperti itu.

Cara Belajar Ilmu Psikologi

Psikoligi sangat erat kaitannya dengan kepribadian, kepribadian didefinisikan sebagai kecenderungan sejak lahir (herediter) yang dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan, sehingga berpengaruh pada kejiwaan dan tindakannya dalam kehidupan.

Ada berbagai cara untuk dapat mempelajari kepribadian seseorang. Sejak dahulu, para ahli telah menggunakan bermacam cara mulai dari yang sifatnya tradisional (pendekatan non-ilmiah), maupun sifatnya modern (pendekatan ilmiah).

Berikut ini akan dipaparkan cara tradisional yang menggunakan pendekatan spekulatif (tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah). Pengetahuan ini dikenal juga sebagai pseudo science (ilmu semu), penjelasannya sebagai berikut :

  1. Chirologi, ilmu yang mempelajari kepribadian manusia melalui gurat atau garis tangan
  2. Astrologi, ilmu yang mempelajari kepribadian manusia melalui fenomena perbintangan atau benda angkasa, juga fenomena yang terjadi di alam yang berkaitan juga dengan tanggal kelahiran seseorang.
  3. Grafologi, ilmu yang mempelajari kepribadian manusia melalui bentuk-bentuk atau karakter tulisan tangan.
  4. Phisiognomi, ilmu yang mempelajari kepribadian manusia melalui karakter bentuk wajah.
  5. Phrenologi, ilmu yang mempelajari kepribadian manusia berdasarkan karakter bentuk tengkorak seseorang.
  6. Onychology, ilmu yang mempelajari kepribadian manusia berdasarkan karakter bentuk kuku.

Sedangkan dalam pendekatan ilmiah, ilmu ini juga populer dengan tipologi. Secara pengertian, tipologi merupakan pengetahuan yang digunakan dalam mempelajari kepribadian manusia, dengan mengklasifikasikan manusia menjadi tipe tertentu. Penggolongan ini berdasarkan beberapa faktor diantaranya adalah karakter secara psikis, fisik, pengaruh budaya atau kebiasaan dsb.

  1. Tipologi Konstitusi (Fisik), sebuah pengetahuan dalam usaha mempelajari kepribadian seseorang berdasarkan aspek atau keadaan jasmaniah manusia tersebut (fisik luar dan organ dalam).
  2. Tipologi Temperamen (Psikis), sebuah pengetahuan dalam usaha mempelajari kepribadian seseorang berdasarkan karakter kejiwaannya.
  3. Tipologi Berdasarkan Nilai Kebudayaan (Kebiasaan), sebuah pengetahuan dalam usaha mempelajari kepribadian seseorang berdasarkan nilai-nilai kebudayaan (system nilai). Spranger menggolongkannya dalam enam bidang : Pengetahuan, ekonomi, kesenian, keagamaan, kemasyarakatan dan politik.

Tipe Kepribadian Manusia dalam Psikologi pertama kali digaungkan pada tahun 460-370 Sebelum Masehi oleh Hipppocrates. Beliau memiliki pandangan bahwa alam semesta terdiri dari empat unsur (kering, basah, dingin dan panas). Dan keempat hal ini diyakini juga terdapat dalam diri manusia, yaitu :

  • Sifat kering (chole/empedu hitam).
  • Sifat basah (melanchole/empedu hitam).
  • Sifat dingin (plegma/lendir).
  • Sifat panas (sanguis/darah).

Kemudian pendapat ini dikembangkan oleh Galenus yang mengemukakan adanya dominasi salah satu cairan diatas akan menyebabkan munculnya kepribadian khas pada diri seseorang. Beliau kemudian mengklasifikasikan kepribadian manusia berdasarkan aspek temperamen dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Koleris 

Individu yang memiliki kepribadian koleris cenderung mempunyai kemampuan Leadership atau jiwa memimpin yang bagus. Hal ini dikarenakan kepribadian ini mudah menentukan sebuah keputusan. Individu yang berkepribadian  koleris mempunyai tujuan yang fokus untuk ke depannya juga selalu produktif dan dinamis.

Koleris juga merupakan pribadi yang suka akan kebebasan dan akan selalu bekerja keras selama hidupnya. Namun, sisi negatifnya, tipe kepribadian ini cenderung memerintah karena sifat kepemimpinannya, tidak mudah untuk mengalah, sangat suka dengan pertentangan, mudah tersulut emosi, tergesa – gesa, dan cenderung keras kepala karena kemauannya yang keras.

Selain itu, tipe koleris merupakan pribadi yang bersemangat, optimis, mandiri, visioner, memiliki kemauan keras, tegas, memiliki jiwa kepemimpinan, dominan, cenderung ceroboh, sarkas dan dingin.

2. Melankolis

Individu yang memiliki kepribadian melankolis cenderung analitis, suka memerhatikan orang lain, perfeksionis, hemat, tidak suka menjadi perhatian, serius, artistik, sensitif serta rela berkorban. Namun, tipe ini cenderung fokus pada cara atau proses ketimbang tujuan.

Individu dengan tipe melankolis pun kurang bisa menyuarakan opininya, cenderung melihat masalah dari sisi negatif, dan sering disebut anti sosial karena kemampuan bersosialisasi yang kurang baik. Dibalik itu semua, Banyak orang yang melankolis cenderung sukses menjadi seorang pengusaha yang hebat dan sukses.

3. Plegmatis

Tipe plegmatis merupakan pribadi yang selalu cinta damai dengan menjadi netral dalam segala kondisi konflik tanpa memihak kubu. Dalam kehidupan sosialnya, pribadi plegmatis cenderung senang berperan sebagai pendengar yang baik daripada berperan sebagai pelaku cerita.

Kemudian, Individu dengan tipe plegmatis memiliki selera humor yang bagus walau terkadang terdengar sarkatik (sifat humor yang menyinggung atau mengejek), Suka keteraturan, mudah bergaul, cenderung suka mencari jalan pintas.

Negatifnya, Individu dengan tipe koleris tidak suka dipaksa, cenderung menunda sesuatu hal dan tidak cepat tertarik terhadap hal-hal baru.  Disamping itu, tipe plegmatis cenderung Objektif, emosinya stabil, sistematis, efisien, dapat diandalkan, tenang, kurang memiliki motivasi, egois, tidak tegas, penakut, suka khawatir, tidak mudah dipengaruhi, setia.

4. Sanguinis

Tipe ini cenderung memiliki sifat sedikit seperti anak-anak. Individu dengan tipe Sanguin kebanyakan tidak menemukan masalah dalam kehidupan sosialnya. Hal ini di karenakan sanguin sejatinya mudah bergaul dan akrab walau dengan orang yang baru dikenal. Kemudian, dibandingkan dengan tipe lain, individu dengan kepribadian Sanguin sangat suka bicara, dan mudah untuk mengikuti sebuah kelompok.

Di balik sisi positifnya, individu ini cenderung agak sulit untuk fokus pada suatu hal, egois, pelupa, suka terlambat, dan  sering membesar – besarkan hal yang kecil. Sanguinis banyak dinilai sebagai pribadi yang ramah, responsive, hangat, antusias, dapat mencairkan suasana, suka bicara, kurang disiplin, pelupa.

Itulah beberapa hal dasar yang perlu kita pahami dalam mempelajari Cara Belajar Ilmu Psikologi. Tapi untuk lebih baiknya dalam belajar Ilmu Psikologi kita bisa mengambil jurusan psikologi, di sana akan diajarkan mengenai Psikologi dari A sampai Z. Tapi harus anda ingat orang belajar psikologi dari pengalaman pribadi bukan dari pengalaman orang, maka hal yang tidak boleh anda lupakan adalah mengenal bagaimana psikologi anda sendiri. Hal ini akan memudahkan anda dalam belajar ilmu psikologi ke depannya. [bj]

Cara Belajar Ilmu Psikologi | admin | 4.5
Leave a Reply