Bunyi Hukum Archimedes, Rumus, Contoh Soal

Bunyi Hukum Archimedes – Berikut ini kami akan berbagi penjelasan mengenai bunyi hukum Archimedes. Dari bunyi hukum archimedes juga nantinya akan dijelaskan persamaan hukum Archimedes yang merupakan aplikasi dari bunyi hukumnya. Hukum tersebut dikemukakan pertama kali oleh Archimedes (287 – 212 SM), seorang ahli teknik dan ahli matematika Yunani purba.

Bunyi Hukum Archimedes

Berikut merupakan bunyi dari hukum Archimedes serta rumus hukum Archimedes yang nantinya dilengkapi dengan contoh soal lengkap penyelesaiannnya.

“Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut”. [Bunyi Hukum Archimedes]

Berdasarkan bunyi hukum di atas, secara matematis rumus gaya Archimedes atau gaya ke atas, dirumuskan sebagai berikut.

FA = ρ . g . V

Keterangan:

FA = gaya Archimedes/gaya ke atas (N)

ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)

V = volum benda yang tercelup (m3)

Contoh soal

Sebuah kubus yang panjang rusuknya 0,2 m (massa jenis 2700 kg/m3) dicelupkan bagian ke dalam minyak yang massa jenisnya 800 kg/m3. Jika percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2, tentukan gaya angkat ke atas yang dialami balok!

Jawab:

Diketahui:

         Rusuk kubus (s) = 0,2 m

        Vkubus = (rusuk kubus)3 = (0,2 m)3 = 0,008 m3

        ρ kubus = 2700 kg/m3

        ρ minyak = 800 kg/m3

        g = 10 m/s2

 

Ditanyakan:

       F angkat ke atas yang dialami balok = ….?

Penyelesaian:

# Pertama kita tentukan Volume minyak yang dipindahkan dan kemudian baru menentukan Gaya angkatnya (FA)Contoh Soal Hukum Archimedes

Penerapan Hukum Archimedes

Pernahkah sahabat bertanya kenapa kapal laut yang terbuat dari besi yang sangat berat dapat berlayar di atas air? Hal itu dapat terjadi karena sebagian badan kapal yang tercelup ke dalam air memindahkan air dan sebagai akibatnya air melakukan gaya angkat sebesar berat air yang dipindahkan.

Selain kapal laut, Hukum Archimedes banyak diterapkan dalam berbagai alat lain seperti hidrometer, jembatan ponton dan kapal selam. Hidrometer adalah alat yang mengapung dalam zat cair, dilengkapi dengan sebuah skala, dan dipakai untuk mengukur massa jenis zat cair. Massa jenis yang diukur adalah massa jenis relatif.

Di dalam zat cair yang berbeda, hidrometer akan mengapung dengan kedalaman yang berbeda. Makin besar massa jenis zat cair makin tinggi tangkai kaca yang muncul ke permukaan zat cair. Dalam keadaan darurat orang menggunakan drum-drum kosong yang terapung di dalam air dan diletakkan berjajar sehingga menyerupai jembatan.

Jembatan ini disebut jembatan ponton. Suatu benda dapat tenggelam, melayang dan terapung dalam air. Keadaan tenggelam terjadi bila massa jenis benda lebih besar dari pada massa jenis air. Keadaan melayang terjadi bila masa jenis benda sama dengan massa jenis air dan keadaan terapung terjadi bila massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis air. Perhatikan gambar berikut:Hukum Archimedes
Kapal selam adalah kapal yang dapat bergerak di dalam air. Dengan penerapan hukum Archimides, Kapal selam di laut dapat melakukan posisi tenggelam, melayang dan terapung padahal massa jenis bahan kapal selam tidak berubah. Hal ini dapat terjadi karena kapal selam memiliki tangki pemberat yang terletak di antara lambung dalam dan lambung luar.

Saat dalam posisi tenggelam, tangki pemberat diisi dengan air laut sehingga berat kapal bertambah besar. Saat posisi melayang dan dapat bergerak dengan bebas dalam air, tangki pemberat diatur sedemikian rupa sehingga gaya angkat air membuatnya melayang. Untuk mengapung kembali, air laut dikeluarkan dari tangki pemberat. Proses mengapung, menyelam, dan tenggelam dari sebuah kapal selam ditunjukkan pada gambar berikut:

Bunyi Hukum Archimedes

Baca :

Demikian penjelasan kali ini seputar Bunyi Hukum Archimedes beserta Rumus dan Penerapannya yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat dan dapat menjadi salah satu referensi yang baik bagi sahabat. [bj]