Alat Ukur Arus dan Tegangan Bolak-Balik

Alat Ukur Arus dan Tegangan Bolak-Balik – Pada kesempatan ini admin Rumus Fisika akan berbagi tentang Alat Ukur Arus dan Tegangan Bolak-Balik yang merupakan bagian materi dari Kumpulan Rumus Fisika SMA Kelas 12. Perhatikan baik-baik penjelasan berikut ini! agar anda dengan mudah bisa memahami Alat Ukur Arus dan Tegangan Bolak-Balik.

Alat Ukur Arus dan Tegangan Bolak-Balik

Pada dasarnya alat ukur lisrik arus bolak-balik tidak menunjukkan nilai yang sesungguhnya, melainkan nilai efektifnya. Misalkan pada alat ukur amperemeter AC dan voltmeter AC, dari hasil pembacaan pada skala alat tersebut bukan merupakan nilai yang sesungguhnya, akan tetapi merupakan nilai efektifnya. Sedangkan untuk melihat nilai yang sesungguhnya, misalkan nilai maksimumnya atau untuk mengetahui tegangan puncak ke puncak yang sering disebut Vp-p dapat digunakan alat ukur yang disebut dengan CRO yaitu singkatan dari Cathoda Rays Osciloskop.
Pada layar CRO dapat terlihat bentuk grafik dari arus atau tegangan bolak-balik terhadap waktu. Pada prinsipnya pada sebuah CRO terdapat tombol pengatur vertikal (penguat tegangan) yang sering disebut Volt/Divedan tombol pengatur horisontal yang sering disebut sweeptime yang menyatakan lamanya waktu sapuan ke arah horisontal. Misalkan tombol Volt/Dive menunjuk pada angka 1 Volt yang artinya tinggi 1 kotak dalam layar CRO tersebut menyatakan besarnya tegangan 1 Volt sedangkan jika tombol sweeptime menunjuk pada angka 20 ms yang berarti untuk menempuh satu kotak horisontal pada layar oskiloskop membutuhkan waktu 20 mili sekon. Misalkan sebuah tegangan sinusoidal arus bolak-balik pada layar oskiloskop terlihat bahwa 1 gelombang menempati 4 kotak ke arah horisontal dan 6 kotak ke arah vertikal (Perhatikan Gambar (a) di bawah ini).
Alat Ukur Arus dan Tegangan Bolak-Balik
(a) Tampilan pada layar osiloskop, (b) Pengukur arus dan tegangan
Apabila tombol pengatur vertikal menunjuk pada angka 2 Volt dan pengatur horisontal menunjuk angka 5 ms. Dapat diperoleh hasil pembacaan sebagai berikut.

Vmax = 3 x 2 Volt = 6 Volt
VP-P = 6 x 2 Volt = 12 Volt
Periode = T= 4 x 5 ms = 20 ms = 2.10-2s
Frekuensi = f = 1/T = ½.10-2 = 50 Hz

Sedangkan hasil pembacaan pada alat ukur arus atau tegangan bolak-balik dapat dinyatakan :
hasil pembacaan alat ukur
di mana :

HP= hasil pembacaan alat ukur
BU= Batas ukur yang digunakan

Contoh : (lihat Gambar (b)), dari skala yang terbaca alat ukur, kita dapat mencari nilai HP sebagai berikut :

HP= ( 5/5 ) × 10 Volt = 10 Volt